Pemimpin Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas bersama sejumlah jenderalnya

Jeffry Wuisan
Sabtu, 28 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/2/26 (Jerusalem): Pemimpin rezim Iran, Ayatolah Ali Khamenei, dilaporkan tewas bersama sejumlah jenderalnya,  ketika Israel melakukan serangan pengeboman terhadap rumah tempat mereka melakukan rapat rahasia di Teheran.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (28/2/26), militer Israel disebutkan sudah lama mengamati dan menyadap berbagai signal komunikasi, terkait lokasi tempat Khamenei dan para jenderalnya sering melakukan pertemuan.

Beberapa saat setelah mengetahui Khamenei tiba dan bertemu para jenderalnya di istana rahasia itu, pengeboman langsung dilancarkan sekitar pukul 8:15 pagi.

Menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters seperti dirilis media The Times of Israel, pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian serta beberapa jenderal rezim militer Iran terkemuka menjadi sasaran serangan pagi itu.

Seorang koresponden New York Times merilis citra satelit pertama dari istana pemimpin tertinggi Iran, yang mengkonfirmasi bangunan di dalam kompleks yang sangat dijaga ketat tersebut telah hancur total.

Berita Channel 12 Israel melaporkan dalam satu jam terakhir, penilaian militer Israel terhadap Khamenei adalah ia “kemungkinan tewas” dalam serangan udara Israel tersebut.

Sumber-sumber di Teheran mengatakan kemungkinan besar Khamenei dan presiden Iran, serta sejumlah jenderal tewas dalam serangan dahsyat itu.

“Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran, Jenderal Mohammad Pakpour dan Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, tewas dalam serangan Israel di Iran pagi ini”, ungkap sumber itu.

Sebelumnya, para pejabat Israel memperkirakan kepala intelijen Iran juga kemungkinan tewas dalam serangan tersebut.

 

Dirahasiakan

Sumber lain menyebut pada saat kritis ini, keberadaan, kondisi, dan kelangsungan hidup Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei masih belum diketahui sepenuhnya.

Jadi ada kemungkinan pejabat Iran akan merahasiakan jika benar Khamenei telah tewas. Hal itu bertujuan untuk menjaga moralitas militer Iran, agar tidak anjlok di tengah peperangan saat ini.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengakui ada dua jenderal Iran tewas dalam serangan Israel tersebut. Tetapi ia membantah pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ikut tewas.

“Sejauh yang saya ketahui, dia masih hidup”, kata Araghchi berbicara dalam sebuah wawancara dengan NBC News.

Araghchi juga mengatakan para pejabat senior lain dalam rezim tersebut selamat.

Pada perang Juni 2025, Israel membunuh 30 jenderal Iran dalam beberapa menit pertama serangan.

Perang di Timur Tengah pecah setelah Presiden AS, Donald Trump, merasa kecewa dengan tiga kali putaran perundingan dengan Iran soal nuklir tidak membuahkan hasil memuaskan.

Serangan terpadu Israel dan AS menghancurkan ratusan titik sasaran di dalam Iran, seperti markas komando pasukan pengawal revolusi Iran, IRGC, pangkalan rudal, pusat komunikasi serta lokasi pengayaan bahan nuklir. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025