Tabrakan kereta Bandara dan truk trailer di Poris, mobilitas Tangerang–Jakarta lumpuh total

Johanes Christiaan
Jumat, 20 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 20/2/2026 (Tangerang): Mobilitas warga dari Tangerang menuju Jakarta lumpuh setelah terjadi kecelakaan antara Kereta Bandara Soekarno-Hatta dan sebuah truk trailer di perlintasan sebidang dekat Stasiun Poris, Kota Tangerang, Jumat pagi (20/2/2026).

Benturan keras membuat satu rangkaian kereta anjlok dan badan kereta menutup Jalan Maulana Hasanuddin, memicu kemacetan panjang hingga kawasan Cipondoh.

Ribuan calon penumpang KRL dan Kereta Bandara terlantar di stasiun-stasiun sekitar, sementara arus lalu lintas di darat membeludak akibat warga mencari moda transportasi alternatif.

KAI Commuter, KAI Daop 1 Jakarta, dan kepolisian segera melakukan respons darurat. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, memastikan seluruh penumpang selamat. “Tidak ada korban dalam kejadian ini, seluruhnya aman dan sudah dievakuasi,” ujarnya.

Petugas mengevakuasi penumpang menjauh dari jaringan listrik aliran atas (LAA) yang terputus. KAI Daop 1 mengerahkan crane untuk mengangkat kembali rangkaian INKA EA203 yang anjlok agar jalur dapat segera dibuka.

Insiden ini menutup kedua jalur rel di petak Poris–Batuceper. KAI Commuter menerapkan rekayasa operasi darurat sebagai berikut, KRL relasi Duri–Tangerang hanya beroperasi sampai Stasiun Rawa Buaya. Selain itu, keberangkatan dari Stasiun Tangerang dihentikan sementara. KA 803A (Basoetta–Duri) hanya sampai Batuceper dan diputar kembali ke bandara. Kemudian, beberapa perjalanan dibatalkan, termasuk KA 810A, KA 811A, KA 804A, dan KA 817A.

Amel, salah satu penumpang yang hendak menuju kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, mengungkapkan kepanikannya. Ia mengaku kesulitan mendapatkan transportasi pengganti karena kepadatan volume kendaraan di jalan raya dan kendala pada aplikasi transportasi daring.

“Saya mau ke kantor di Kuningan. Aduh, ini parah banget sih, chaos banget. Soalnya macet, terus juga mau pesan online juga enggak bisa. Karena padat banget juga, mungkin pengaruh ke situ juga ya, hujan juga,” ujarnya dengan nada cemas sebagaimana dilansir BeritaSatu.com.

Hingga berita ini diturunkan, perjalanan Kereta Bandara maupun KRL Tangerang belum kembali normal.

Informasi yang berhasil dihimpun, kecelakaan diduga terjadi karena truk trailer bermuatan berat tersangkut (high-centering) di perlintasan rel. Kereta bandara yang melintas tidak sempat berhenti sehingga tabrakan tak terhindarkan.

Perlintasan sebidang di kawasan ini telah lama dinilai rawan, terutama bagi kendaraan komersial bersasis rendah. Minimnya portal pembatas dan rambu khusus kendaraan berat disebut turut meningkatkan risiko insiden serupa.

KAI Commuter mengimbau pengguna jasa memantau informasi resmi melalui akun X @CommuterLine untuk pembaruan proses evakuasi dan normalisasi jalur.

Penumpang Kereta Bandara terdampak dapat mengajukan refund 100% di stasiun-stasiun pemberhentian Commuter Line Basoetta dengan menunjukkan bukti pemesanan.

Warga yang hendak menuju Bandara Soekarno-Hatta disarankan menggunakan moda alternatif seperti taksi daring atau bus Damri, dengan estimasi tambahan waktu perjalanan 45–60 menit akibat kepadatan menuju akses tol bandara.

Insiden ini menjadi peringatan penting bagi pemerintah daerah dan pengelola transportasi untuk mempercepat penghapusan perlintasan sebidang di kawasan padat guna mencegah gangguan transportasi massal berskala besar di masa depan. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025