
MASSAPEQUA, NEW YORK – MAY 08: Workers at Island Harvest Food Bank working in conjunction with the Nourish New York initiative, distribute New York produced goods to people in need of food assistance on May 08, 2020 in Massapequa, New York. In this event, Island Harvest was able to supply enough food for 3,000 families in their continuing effort to assist those who are suffering due to the coronavirus pandemic. Bruce Bennett/Getty Images/AFP
== FOR NEWSPAPERS, INTERNET, TELCOS & TELEVISION USE ONLY ==Washington, 12/6/20 (SOLUSSInews.com) – Dahsyat benar dampak pandemi Covid-19, karena telah memukul perekonomian negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat.

Dilaporkan, utang pemerintah Amerika Serika (AS) membengkak menjadi US$55,9 triliun (Rp796.000 triliun), sementara kapitalisasi pasar modal tergerus US$7,4 triliun (Rp105.394 triliun) akibat tiga bulan dilanda pandemi Covid-19 tersebut.
Data The Fed menunjukkan, total utang domestik nonfinansial di Q1-2020 naik 11,7 persen ke US$55,9 triliun. Sebelumnya pada Q4-2019, utang membengkak 3,2 persen.
Di saat yang bersamaan, kapitalisasi pasar modal menguap US$7,4 triliun menjadi US$110,8 triliun.

Namun dilaporkan pula, Wall Street sudah kembali menguat sejak anjlok di bulan Maret, sehingga kapitalisasi yang hilang sudah diperoleh kembali.
Utang dunia usaha
Sementara itu, utang dunia usaha menjadi sumber pembengkakan dengan kenaikan 18,8 persen, sementara utang Pemerintah Federal naik 14,3 persen. Baru-baru ini utang federal menembus angka US$26 triliun.
Utang rumah tangga naik 3,9 persen karena meningkatnya hipotek sebesar 3,2 persen. Utang sektor konsumsi naik 1,6 persen.
Meningkatnya utang dan turunnya kapitalisasi pasar menandai akhirnya periode pertumbuhan ekonomi terpanjang di AS. Awal pekan ini, Biro Riset Ekonomi Nasional menyatakan, AS telah memasuki resesi sejak Februari, setelah 11 tahun tumbuh. (S-BS/jr)

