PRIORITAS, 20/8/26 (Jakarta): Sesuai hasil estimasi, gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih akan terjadi hingga 30 hari ke depan. "Dari hasil perhitungan kami sementara dengan data yang ada sampai saat ini, kira-kira (gempa susulan di NTT masih berlangsung) dalam waktu 21 sampai 30 hari ke depan akan segera meluruh," ungkap Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Nelly Florida Riama mengungkapkan dalam konferensi pers, Rabu (19/8/26) kemarin.
Meski begitu, BMKG memprediksi akvitias gempa susulan akan terus menurun secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.
Selanjutnya, BMKG memperkirakan laju gempa susulan dapat mencapai tingkat yang relatif rendah di 2-3 sampai satu bulan ke depan sampai akhir September 2026.
"Ini bukan berarti bahwa setelah tanggal tersebut gempa tidak dapat terjadi ya. Estimasi sifatnya sangat dinamis dan akan terus diperbaharui sesuai dengan perkembangan data gempa susulan yang kami rekam," ujar Nelly lagi.
Terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat
Kemudian Nelly menjelaskan, sebaran gempa susulan terkonsentrasi di wilayah Flores bagian tengah hingga barat dan memperlihatkan keterkaitan dengan zona tektonik.
Sampai Rabu siang pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat ada 3.002 gempa susulan dengan magnitudo 1,1-6,2, serta terdapat 25 kejadian dengan magnitudo 5 atau lebih.
"Jumlah gempa susulan banyak itu, karena sebagai bagian dari penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi, sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah ada gempa utama yang besar," ungkap Nelly.
Kerusakan bangunan, fasilitas publik dan rumah masyarakat
Saat ini, BMKG bersama instansi lainnya menemukan ada kerusakan pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik maupun rumah masyarakat akibat gempa.
Adapun evaluasi lebih lanjut akan tetap diperlukan, demikian Kompas.com, untuk membedakan kerusakan yang bersifat non-struktural dengan kerusakan yang dapat mempengaruhi keamanan struktur bangunan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang tetapi harus terus waspada terhadap kemungkinan gempa susulan," tutur Nelly Florida Riama. (P-*/se)








