Seorang perempuan memegang foto Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei saat ikut serta dalam sebuah demonstrasi di Teheran, Iran, Senin (12/1/26). Puluhan ribu warga pro-pemerintah turun ke jalan menanggapi seruan dari pihak berwenang Iran untuk menunjukkan solidaritas. (‘Courtessy’ Antara)PRIORITAS, 16/1/26 (Washington): Informasi yang diterima dari Washington, Gedung Putih mengatakan, otoritas Iran telah menghentikan 800 eksekusi yang dijadwalkan di tengah aksi protes selama beberapa pekan terakhir, seraya menambahkan, Washington memantau situasi dengan saksama.
“Presiden mengetahui hari ini bahwa 800 eksekusi yang telah dijadwalkan dan seharusnya dilaksanakan kemarin telah dihentikan,” ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt kepada wartawan pada Kamis (15/1/26) waktu setempat.
Selanjutnya, Leavitt mengatakan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump terus menilai perkembangan terkait Iran dan mengisyaratkan langkah lanjutan masih mungkin akan dilakukan.
“Presiden dan timnya memantau situasi ini dengan sangat dekat dan semua opsi tetap terbuka bagi presiden,” kata Leavitt.
Janji Trump dukung demonstran
Dilaporkan Anadolu, seperti dikutip Antara, Trump telah berulang kali berjanji untuk mendukung para pengunjuk rasa di Iran, di mana penindakan oleh otoritas Iran dilaporkan telah menyebabkan ribuan korban.
Diketahui, pada pekan ini, ia mengatakan, Washington akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika Iran melaksanakan eksekusi terhadap para demonstran.
Di lain pihak, pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung “kerusuhan” dan “terorisme” dalam aksi protes tersebut.
Namun, Otoritas Iran belum merilis angka resmi terkait korban tewas atau jumlah tahanan.
Tetapi, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), memperkirakan lebih dari 2.600 orang telah tewas, termasuk pengunjuk rasa dan personel keamanan. (P-*r/jr)