“Ini kalau enggak ditutup sama terpal omongannya ya Allah ya Tuhan,” tuturnya. (P-Zamir)
Sahroni turut menyoroti hilangnya foto-foto keluarganya dan merasa heran mengapa barang pribadi seperti itu juga menjadi sasaran para penjarah.
“Kebayang bapak ibu, foto keluarga pun dicuri, pertanyaannya buat apa coba, oke lah barang lain ambil silakan, buat apa foto keluarga diambil, buat apa gitu. Buat kenangan? Iya,” imbuhnya, dikutip dari Liputan6.
Sahroni semakin dibuat heran karena penjarah juga mengambil barang-barang yang bersifat pribadi.
“Bapak Ibu, bayangkan saja kolor saya saja diambil, bisa kebayang? Kolor diambil, sikat gigi juga diambil,” tuturnya yang disambut gelak tawa warga.
Hartanya diperoleh secara sah
Sahroni berpendapat, aksi penjarahan terhadap isi rumahnya dipicu oleh kebencian massa terhadap dirinya. Meski begitu, ia menegaskan, seluruh harta miliknya diperoleh secara sah, bukan hasil korupsi.
“Semua orang membenci saya, semua orang mencari saya. Bapak ibu, saya alhamdulillah tidak korupsi,” ucap Sahroni.
Sahroni juga menyesalkan adanya coretan berisi kata-kata kasar di dinding rumahnya dan menilai tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak bertanggung jawab.





No Comments