Di penghujung tahun ini, tepatnya 31 Desember 2025, saluran musik MTV akan lenyap dari seluruh stasiun televisi di dunia. (Ilustrasi: YouTube Rock Feed)PRIORITAS, 25/12/25 (Jakarta): Tinggal seminggu, pada 31 Desember 2025 nanti, saluran musik internasional yang sangat mempengaruhi perjalanan musik dunia, Music Television alias MTV, akan menghentikan siaran musiknya di seluruh dunia.
Keputusan tersebut diumumkan Paramount Global, perusahaan induk MTV, pada 12 Oktober 2025 lalu, dan menjadi salah satu perubahan besar dalam industri hiburan global.
Kancah musik internasional menanti penutupan siaran MTV dengan rasa kecewa. Lima saluran musik yang telah menghiasi perjalanan musik dunia itu akan menghilang dari tayangan televisi di semua negara secara permanen sampai 31 Desember 2025 pukul 00.00 waktu setempat.
Dihimpun dari berbagai sumber, kelima saluran tersebut adalah MTV Music: kanal utama video music, MTV 80s: hits retro dan lagu nostalgia era 1980-an, MTV 90s: musik pop dan rock klasik 1990-an, Club MTV: fokus pada musik dance dan elektronik, dan MTV Live: menayangkan konser dan pertunjukan musik langsung.
Kerjasama dengan antv dan Global TV
Pada masa jayanya, di Indonesia, selain bisa disaksikan melalui siaran parabola, MTV dapat dinikmati dalam siaran televisi nasional Indonesia, antv, mulai 1995 hingga 2002. Setelah itu MTV melanjutkan kerjasama dengan Global TV.
Kehadiran MTV di stasiun televisi nasional Indonesia saat itu melahirkan sejumlah Video Jockey (VJ) antara lain Nadya Hutagalung, Jamie Aditya, Sarah Sechan, Nirina Zubir, Daniel Mananta, Arie Untung, Cathy Sharon, Marissa Nasution, dan Boy William.
VJ populer lainnya adalah Rianti Cartwright, Ben Kasyafani, Robby Purba, Desta, dan Alex Abbad.
Mereka membawakan program-program MTV seperti MTV Ampuh: Program tangga lagu musik yang sangat populer, MTV Asia Hitlist: Menampilkan video musik hits dari Asia, MTV 100% Indonesia: Fokus pada musik dari musisi Indonesia.
Ada juga MTV Most Wanted: Program request lagu dari pemirsa, MTV Unplugged: Konser akustik dari musisi terkenal, MTV Alternative Nation: Tayangan khusus musik alternatif/rock, MTV Hangin’ with MTV: Acara obrolan santai dengan bintang tamu, dan MTV Classic: Memutar video musik klasik.
Strategi efisiensi dan restrukturisasi
Penutupan tersebut dikabarkan merupakan bagian dari strategi efisiensi dan restrukturisasi oleh perusahaan induknya, Paramount Global. Namun ada sedikit kabar menghibur, MTV tidak sepenuhnya tutup, siaran MTV akan fokus pada platform digital dan streaming.
Keputusan ini menandai berakhirnya era televisi musik yang pernah membentuk selera generasi 1980-an hingga 2000-an. MTV yang dulu dikenal lewat tayangan video musik, konser, dan program musik ikonik kini akan fokus sepenuhnya pada kanal utama yang lebih banyak menayangkan reality show, seperti Catfish dan The Challenge.
Melansir Economic Times, CNBC Indonesia menulis, penutupan pertama akan terjadi di Inggris dan Irlandia, lalu diikuti oleh negara-negara lain di Eropa dan pasar internasional seperti Australia, Polandia, Prancis, Jerman, Austria, Hongaria, dan Brasil.
Dilaporkan, alasan penutupan pertama, yakni perubahan kebiasaan menonton. Generasi muda kini lebih banyak mengakses musik melalui YouTube, TikTok, dan Spotify, bukan dari televisi. Akibatnya, permintaan untuk saluran musik tradisional terus menurun.
Selain itu efisiensi biaya korporasi. Penutupan ini bagian dari strategi penghematan global US$500 juta (setara Rp8,2 triliun) yang dilakukan Paramount Global setelah merger dengan Skydance Media pada 2025.
Di sisi lain penutupan juga melihat dari penurunan jumlah penonton. Penonton MTV Music dan MTV 90s tercatat hanya 1,3 juta dan 949 ribu pada Juli 2025. Angka ini jauh menurun dibanding masa kejayaan MTV di 1990-an dan 2000-an, membuat operasionalnya dianggap tak lagi menguntungkan.
Meski lima kanal musik akan hilang, brand MTV tidak benar-benar mati. Paramount Global akan tetap mempertahankan kehadirannya melalui media sosial dan layanan streaming Paramount+. Langkah ini dianggap sebagai cara MTV beradaptasi dengan perubahan perilaku penonton di era digital.
“MTV akan tetap eksis, tapi dengan wajah baru yang lebih sesuai dengan cara generasi kini menikmati musik dan hiburan,” tulis Paramount dalam pernyataannya. (P-rwt)