Jumpa pers perkenalan resmi John Herdman sebagai pelatih kepala baru timnas Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025). (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)PRIORITAS, 13/1/26 (Jakarta): Kejuaraan ASEAN atau yang dulu dikenal dengan nama Piala AFF pada bulan Juli mendatang akan menjadi panggung untuk pemain lapis kedua. Kejuaraan ASEAN tak masuk dalam kalender FIFA sehingga pemain-pemain utama Indonesia kemungkinan akan sulit mendapatkan izin dari klubnya.
Dengan situasi ini, kata Herdman, Kejuaraan ASEAN akan dijadikannya sebagai ajang untuk melihat seberapa luas talent pool timnas Indonesia. Hal itu diungkapkan Pelatih kepala baru timnas Indonesia John Herdman saat jumpa pers di Hotel Mulia Jakarta, Selasa (13/1/26).
“Turnamen di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA. Jadi, itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas,” kata Herdman
Tim Garudas bicara banyak
Untuk menghadapi Piala Asia 2027 di Arab Saudi, John Herman yakin tim Garuda dapat berbicara banyak jika melihat pemain-pemain yang dimiliki Indonesia saat ini. “Pengalaman yang menarik yang membutuhkan pengalaman nyata dan juga disiplin. Saya yakin bahwa kita bisa kompetitif di turnamen AFC, dengan bakat yang tersedia, pengalaman yang ada di tim mengenai format turnamen,” kata Herdman.
Di Piala Asia edisi 2023 yang dimainkan di Qatar, Indonesia mencapai babak 16 besar setelah menjadi salah satu tim peringkat tiga terbaik. Tim Garuda yang saat itu dilatih Shin Tae-yong menempati posisi tiga Grup D dengan tiga poin, di bawah Jepang (6 poin) dan Irak (9 poin).
Perjalanan Indonesia di Piala Asia 2023 lalu dihentikan oleh Australia dengan kekalahan 0-4. Meski tersingikir, pencapaian ini adalah capaian tertinggi Indonesia di Piala Asia dalam lima edisi yang mereka ikuti, setelah empat edisi sebelumnya selalu gagal melewati babak grup.
“Kita punya kesempatan yang bagus untuk mendorong level kita dan membuat sebuah sejarah dengan prestasi kita. Jadi, yang terpenting kita harus siap dan berani melihat bahwa grup ini punya talenta,” kata pelatih yang membawa Kanada kembali ke Piala Dunia setelah absen 36 tahun itu. (P-wr)