Thom Haye (kanan) saat berebut bola dengan pemain Persija Jakarta saat laga Derby Indonesia berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/26). (Courtesy: Persib)PRIORITAS, 12/1/26 (Bandung): Kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta ternyata menyisakan cerita gelap di balik euforia derby. Gelandang Maung Bandung, Thom Haye, mengungkap keluarganya menerima ancaman pembunuhan tak lama setelah laga panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/26).
Ancaman itu datang setelah Persib memastikan kemenangan 1-0 lewat gol cepat Beckham Putra pada menit ke-5. Gol itu tercipta dari kelengahan Bruno Tubarao dalam mengantisipasi umpan Berguinho, yang membuat Beckham berdiri bebas dan menaklukkan kiper Carlos Eduardo.
Namun bagi Haye, skor di papan tak sebanding dengan dampak di luar lapangan.
“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta kepada orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” kata Haye melalui Instagram resminya, dikutip Senin (12/1/26).
Haye juga menyerukan perubahan kultur dalam sepak bola nasional.
“Mari kita bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik = untuk para pemain, untuk para suporter, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tambahnya.
Derby semakin memanas ketika Bruno Tubarao diganjar kartu merah pada menit ke-53 usai menginjak Beckham Putra. Ironisnya, pemain yang membuat kesalahan di gol pertama justru menjadi aktor utama insiden keras berikutnya.
Meski unggul jumlah pemain, Persib gagal menambah gol. Persija terus menekan, tetapi penampilan solid lini belakang dan kiper Persib membuat skor 1-0 bertahan hingga akhir laga.
Hasil ini mengantar Persib ke puncak klasemen sementara dengan 38 poin, sekaligus menyegel status juara paruh musim, menggeser Borneo FC.
Di tengah atmosfer kemenangan, Haye justru memilih menyorot sisi gelap sepak bola Indonesia.
“Kami memenangkan laga derby hari ini dan saya bangga dengan tim kami serta Bobotoh. Saya benar-benar percaya sepak bola Indonesia memiliki potensi besar. Semangat dan atmosfernya sangat istimewa,” ujar pemain asal Belanda itu.
Namun ia tak menutup mata terhadap realitas pahit di lapangan.
“Namun di saat yang sama saya merasa sedih, karena sangat disayangkan terlalu banyak pertandingan yang ternodai oleh perilaku tidak saling menghormati dan pelanggaran yang tidak perlu,” katanya.
Kritik Haye bahkan diarahkan ke dalam lapangan itu sendiri.
“Sangat menyedihkan melihat para pemain ikut berkontribusi pada hal ini dan merusak kualitas permainan. Yang lebih parah, ketika kita mencoba berbicara soal ini, justru mereka ingin semakin mencari keributan. Rasa saling menghormati adalah hal yang sangat penting untuk perkembangan sepak bola,” tutupnya.
Putaran kedua Super League akan dimulai dua pekan lagi. Persib dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada 25 Januari, sementara Persija akan lebih dulu meladeni Madura United di kandang sendiri. (P-Khalied M)