FIK UI perkuat garda kader posyandu untuk percepatan penurunan stunting. (FIK UI)PRIORITAS, 10/11/25 (Depok): Di Balai Kelurahan Abadijaya, suasana tampak lebih hidup dari biasanya. Para kader dari berbagai RW berkumpul, bukan sekadar untuk rapat rutin, tetapi untuk mengikuti workshop dua hari yang digagas Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI). Melalui program “TAHAN” (Tumbuh Anak Hebat Aman Nutrisi), FIK UI berupaya memperkuat peran keluarga — terutama ibu dan ayah — sebagai benteng pertama pencegahan stunting.
Workshop yang berlangsung 22–23 Oktober 2025 ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat Hibah BIMA Kemdiktisaintek, dengan fokus pada pemberdayaan keluarga balita stunting melalui model ketahanan keluarga. Kegiatan dibuka langsung oleh Lurah Abadijaya, Sodik Murdiono, S.Pd., M.M., dan turut dihadiri Camat Sukmajaya, Christine Desima Arthauli, S.STP., M.A., menandakan komitmen pemerintah setempat dalam mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ns. Dwi Cahya Rahmadiyah, menjelaskan bahwa program “TAHAN” dirancang agar kader mampu menjadi penyambung ilmu yang efektif di tengah masyarakat.
“Edukasi yang tepat, ditambah keterlibatan kader yang aktif, menjadi kunci agar keluarga bisa menjaga tumbuh kembang anak secara optimal,” ujar Dwi Cahya.
Selama dua hari, kader dibekali lima materi inti: komunikasi efektif, pemahaman tentang stunting dan gizi kurang, praktik PMBA (Pemberian Makan Bayi dan Anak), konsep ketahanan keluarga, hingga intervensi keluarga. Para peserta juga mempelajari antropometri balita secara langsung serta menerima hibah flipbook edukatif untuk memudahkan penyuluhan di Posyandu.
Pada hari pertama, Ns. Mega Hasanul Huda menyampaikan materi tentang stunting serta praktik pengukuran yang sering kali masih keliru dilakukan di lapangan. Mega menegaskan kembali bahwa asupan ASI hingga MPASI yang tidak memadai bisa menjadi penyebab terhambatnya pertumbuhan anak.
Materi dilanjutkan oleh Dr. Avliya Quratul Marjan, yang mengupas pentingnya MPASI bergizi seimbang sesuai usia. Banyak kader tampak antusias, mengaitkannya dengan pengalaman sehari-hari saat mendampingi ibu-ibu balita.
Hari kedua, giliran Dr. Dwi Cahya membahas ketahanan keluarga—bagaimana pola asuh, dukungan emosional, hingga hubungan yang harmonis berpengaruh pada kesehatan anak. Ns. Abdul Hamid Zubair kemudian menyoroti peran ayah, sebuah aspek yang sering terlupakan dalam pemenuhan gizi ibu dan anak.
Tak hanya materi, program “TAHAN” juga membawa inovasi. Tim memperkenalkan website interaktif yang membantu kader memantau pertumbuhan anak, membagikan konten edukasi, dan membangun lingkungan digital yang mendukung upaya pencegahan stunting.
Antusiasme peserta terlihat jelas pada sesi praktik kelompok. Salah satu kader RW 26, Ibu Dafni Maysarah, mengaku wawasan mereka bertambah signifikan.
“Kami jadi lebih paham cara mencegah stunting dan merasa lebih siap memberikan penyuluhan. Harapannya kegiatan seperti ini rutin dan menjangkau lebih banyak warga,” katanya.
Program “TAHAN” dirancang lintas institusi dengan menghadirkan pakar-pakar dari berbagai universitas, termasuk Ns. Mega Hasanul Huda (FIK UI), Dr. Avliya Quratul Marjan (UPN Veteran Jakarta), serta Ns. Azwar (STIKes RS Husada). Keempat mahasiswa pascasarjana Keperawatan Komunitas FIK UI turut memperkuat tim melalui pendampingan lapangan.
Melalui program ini, FIK UI menegaskan kembali komitmennya: percepatan penurunan stunting bukan hanya soal data dan kebijakan, tetapi tentang keluarga yang kuat, kader yang terampil, dan edukasi yang tepat sasaran — dimulai dari tingkat kelurahan hingga lingkup rumah tangga. (P-iv/bwl)
No Comments