Rusia nilai serangan AS dan Israel ke Iran melanggar hukum internasional dan piagam PBB

Zamir Ambia
Minggu, 1 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/3/26 (Jakarta): Duta Besar Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, mendesak Amerika Serikat dan Israel agar segera menghentikan aksi agresi terhadap Iran. Ia menilai serangan tersebut bertentangan dengan Piagam PBB serta melanggar ketentuan hukum internasional.

Dalam rapat darurat Dewan Keamanan PBB, Nebenzia menegaskan, tindakan agresif terhadap Iran telah memicu peningkatan ketegangan di kawasan dan berisiko meluas hingga melampaui wilayah konflik.

Nebenzia menilai langkah Amerika Serikat dan Israel tersebut sebagai tindakan agresi bersenjata tanpa alasan yang sah, yang bertentangan dengan Piagam PBB dan hukum internasional.

“Aksi agresi bersenjata tanpa provokasi yang melanggar Piagam PBB dan hukum internasional,” kata Nebenzia, Minggu (1/3/26).

Dapat memicu krisis kemanusiaan

Ia menilai tindakan tersebut berpotensi memicu krisis kemanusiaan dan kerugian ekonomi besar di kawasan. Ketegangan yang meningkat di sekitar Iran juga dianggap dapat membahayakan keamanan nuklir dan radiologis.

Selain itu, ia mendesak Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, untuk secara tegas mengecam serangan tersebut.

Nebenzia menegaskan, Moskow bersedia berperan dalam upaya mencari jalan keluar diplomatik atas krisis yang melanda Iran.

“Kami menekankan perlunya segera melanjutkan penyelesaian politik dan diplomatik, mencari solusi berdasarkan hukum internasional, saling menghormati, dan keseimbangan kepentingan. Rusia siap memberikan semua bantuan yang diperlukan,” ujarnya.

Nebenzia juga menegaskan, Rusia telah dan akan menempuh seluruh langkah yang diperlukan guna menjamin keselamatan warganya di Iran.

“Negara kami mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan warga Rusia di Republik Islam Iran,” imbuhnya, dikutip dari apnews.com.

Pada Sabtu pagi (28/2/26) waktu setempat, Amerika Serikat dan Israel melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran. Aksi militer tersebut mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal yang menargetkan wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dipastikan tewas akibat serangan rudal AS-Israel yang menghantam lokasi tempat ia beraktivitas. Pasca wafatnya Khamenei, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari serta meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump dalam wawancara dengan CBS News melontarkan pernyataan bernada kelakar, proses perundingan dengan Iran “akan jauh lebih mudah dibanding sebelumnya” setelah AS mengonfirmasi tewasnya Ali Khamenei. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025