Panglima Laskar Panglima Nanggroe Aceh, Sulaiman Manaf. (Istimewa)PRIORITAS, 16/2/2026 (Banda Aceh): Realisasi program bantuan lembu Meugang di Aceh menuai sorotan publik. Dengan nilai anggaran yang disebut mencapai lebih dari Rp70 miliar, berbagai pihak meminta pengawasan ketat sejak tahap pengadaan hingga distribusi guna mencegah praktik mark up harga, manipulasi data, maupun pembelian fiktif.
Program bantuan ini bermula dari permintaan Pemerintah Aceh melalui Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, kepada Presiden untuk mendukung tradisi Meugang. Bantuan tersebut bertujuan membantu masyarakat memperoleh daging dengan harga lebih terjangkau menjelang hari besar keagamaan, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasar. Dana bantuan dilaporkan telah ditransfer dan direalisasikan oleh pemerintah kabupaten/kota dalam bentuk pengadaan ternak.
Panglima Laskar Panglima Nanggroe Aceh, Sulaiman Manaf, menegaskan bahwa besarnya anggaran publik tersebut harus diiringi transparansi penuh di lapangan. Ia meminta seluruh pihak ikut mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan tidak diselewengkan.
Menurutnya, proses pembelian lembu harus mengacu pada harga pasar riil, disertai data lengkap terkait bobot, jumlah, dan asal ternak. Ia juga mendorong aparat desa serta unsur keamanan wilayah untuk membantu menyusun data pembanding sebagai kontrol terhadap harga dan volume pembelian yang dilakukan masing-masing pemerintah kabupaten/kota.
Terkait petunjuk teknis (juknis), pelaksanaan program disebut mengikuti mekanisme umum bantuan sosial pemerintah, mulai dari pengadaan melalui belanja daerah, verifikasi jumlah dan spesifikasi ternak, pendataan titik distribusi, penetapan penerima manfaat, hingga pelaporan secara terbuka. Juknis tersebut juga mengatur dokumentasi pembelian, berita acara serah terima, serta daftar penerima daging hasil pemotongan.
Distribusi ternak dan proses pemotongan juga diminta dilakukan secara terbuka dengan melibatkan perangkat gampong dan unsur masyarakat agar dapat disaksikan publik. Dengan pengawasan berlapis dan pelaksanaan sesuai ketentuan, program bantuan lembu Meugang diharapkan berjalan bersih, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. (P-R/mtu)