Tonton Youtube BP

Presiden Prabowo minta negara-negara APEC jangan saling curiga

Jeffry Wuisan
31 Oct 2025 16:44
4 minutes reading

PRIORITAS, 31/10/25 (Gyeongju): Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan agar negara-negara APEC di kawasan Asia Pasifik jangan saling curiga dan diwarnai ketakutan, karena hal itu dapat menghancurkan ekonomi serta merugikan semua negara.

“Kita bertemu hari ini di tengah ketidakpastian global. Ketegangan dan meningkatnya ketidakpercayaan membahayakan stabilitas ekonomi global dan memperparah perpecahan di antara kita”, kata Presiden Prabowo,  ketika berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) 2025, di Hwabaek International Convention Centre (HICO), Gyeongju, Korea Selatan, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (31/10/25).

Presiden Prabowo yakin negara-negara Asia Pasifik mampu bangkit dari kecurigaan dan ketakutan untuk bersatu kembali.

“Saya percaya bahwa Asia Pasifik tidak boleh menerima perpecahan sebagai takdirnya. Kita harus bangkit dari kecurigaan dan ketakutan, dan kita harus membangun kembali kepercayaan di antara kita sendiri dan di antara ekonomi global” ujar Presiden Prabowo, saat sesi APEC Economic Leaders’ Meeting (AELM).

Forum tersebut mengusung tema “Towards a More Connected, Resilient Region and Beyond,” dan menjadi wadah bagi para pemimpin Asia Pasific Economic Cooperation (APEC), untuk memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan inklusif, terbuka, dan berkeadilan.

Perdagangan yang adil

Menurut Presiden Prabowo,  APEC sejak awal didirikan dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral.

Karena itu, ia menekankan pentingnya memperbarui komitmen terhadap sistem perdagangan terbuka dan adil berbasis aturan internasional.

“Sudah saatnya kita memperbarui komitmen kita terhadap kerja sama ekonomi multilateral yang terbuka, adil, dan inklusif. Indonesia berkomitmen pada sistem perdagangan multilateral berbasis aturan dengan WTO sebagai inti dan untuk memastikan bahwa setiap orang berkompetisi pada tingkat yang sama,” tegas Presiden.

Prabowo juga mengingatkan pertumbuhan ekonomi yang eksklusif hanya akan menciptakan perpecahan dan instabilitas.

Ia pun menyerukan agar inklusivitas dan keberlanjutan menjadi pedoman utama bagi ekonomi anggota APEC dalam membangun masa depan bersama.

“Pertumbuhan yang eksklusif adalah pertumbuhan yang memecah belah. Perpecahan menyebabkan ketidakstabilan, dan ketidakstabilan tidak akan kondusif bagi perdamaian dan kesejahteraan. Oleh karena itu, inklusivitas seharusnya menjadi panduan kita,” papar Presiden Prabowo.

Kejahatan lintas negara

Dalam forum itu, Presiden Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi dan mencegah kejahatan lintas negara.

Kejahatan lintas batas itu, seperti penyelundupan, pencucian uang dan perdagangan narkotika, yang menghambat pertumbuhan ekonomi dan merusak masa depan kawasan di Asia Pasifik, jika tidak ditangani bersama.

“Kita tidak dapat mengatasi bahaya-bahaya ini sendirian. Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita,” tegas Prabowo.

Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia saat ini tengah berjuang melawan korupsi dan pebisnis-pebisnis serakah demi menciptakan pertumbuhan yang adil.

Dengan pengalaman-pengalaman itu, Indonesia siap berperan sebagai “bridge builder” antara ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan global.

“Kita memerangi korupsi, penipuan, dan pebisnis rakus yang menghambat pertumbuhan riil. Pengalaman-pengalaman ini mungkin menempatkan Indonesia sebagai penghubung ekonomi maju dan berkembang dalam menghadapi tantangan ke depan,” katanya.

Resep sejahterakan rakyat

Prabowo juga menyampaikan pandangan dan gagasan Indonesia mengenai langkah-langkah strategis untuk membangun kawasan Asia-Pasifik yang saling terhubung, berinovasi, dan sejahtera.

Salahsatu resep untuk membantu menciptakan kesejahteraan bagi rakyat, Presiden Prabowo mengajak para kepala negara APEC memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), seperti yang sudah diterapkan di Indonesia.

Menurut Prabowo Subianto,  pemberdayaan pelaku usaha UMKM merupakan kunci menuju kawasan Asia Pasifik yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

Prabowo menilai pertumbuhan ekonomi harus bersifat inklusif dan menyejahterakan semua pihak.

Ia berpendapat, kolaborasi pemerintah dan swasta harus berorientasi pada ekonomi yang berpusat pada rakyat.

“APEC harus memastikan manfaat perdagangan dan investasi menjangkau semua orang, sehingga tidak ada satu pun perekonomian yang tertinggal. Kolaborasi pemerintah-swasta kita perlu berorientasi pada kerja sama dan ekonomi yang berpusat pada rakyat,” tekan Presiden Prabowo.

Prabowo mengakui langkah nyata telah dilakukan Indonesia melalui program nasional pemberdayaan UMKM dan koperasi.

Selain itu peningkatan akses digital dan keuangan yang membantu UMKM terintegrasi ke dalam rantai nilai global.

“Di Indonesia, kami menerapkan prinsip ini melalui program nasional yang memberdayakan usaha kecil dan koperasi untuk mengoptimalkan potensi mereka, meningkatkan kesejahteraan, dan berkontribusi pada masa depan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Prabowo.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam KTT APEC 2025 memiliki makna strategis mengingat forum ini merepresentasikan sekitar 60 persen produk domestik bruto (PDB) dunia dan lebih dari sepertiga populasi global.

Dalam situs Sekretariat Kabinet RI menyebutkan, konferensi ini menjadi wadah penting bagi Indonesia untuk memperkuat peran dalam pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x