Pertama di Indonesia, Kabupaten Minahasa bentuk FKUB tingkat kecamatan

Deky Geruh
Selasa, 28 Juli 2026
DAERAH 0 180
3 menit membaca

Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang (dua dari kanan) saat mengukuhkan pengurus FKUB tingkat kecamatan

PRIORITAS, 28/7/26 (Tondano) : Kabupaten Minahasa menjadi satu-satunya sekaligus daerah pertama di Indonesia yang mengukuhkan kepengurusan Dewan Penasehat dan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat kecamatan. Sebelumnya, organisasi ini hanya ada di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

FKUB dibentuk sebagai upaya memperkuat kerukunan antar umat beragama. Di Kabupaten Minahasa, pengukuhan bagi pengurus kecamatan ini dilakukan serentak Wakil Bupati (Wabup) Minahasa, Vanda Sarundajang dan dihadiri Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Abib Abdushomad, bertempat di Yama Resort Tondano, Selasa (28/7/2026).

Dalam sambutannya, Wabup yang akrab disapa VaSung itu menegaskan, pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan amanah besar bagi seluruh pengurus untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat.

“FKUB memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun komunikasi, memperkuat dialog, serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman,” ujar VaSung.

Menurutnya, Minahasa dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai toleransi, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan secara damai. Keberagaman agama, budaya, dan adat istiadat bukan menjadi penghalang, melainkan kekayaan yang harus dijaga bersama.

“Nilai luhur Minahasa atau falsafa Dr Sam Ratulangi, Si Tou Timou Tumou Tou, mengajarkan pentingnya memanusiakan sesama tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan,” katanya dikutip mediarealita.com.

VaSung berharap seluruh Dewan Penasehat dan Pengurus FKUB Kecamatan dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga netralitas, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, VaSung juga mengajak para tokoh agama dan pengurus FKUB untuk menjadi penyejuk di tengah masyarakat serta aktif mengedukasi umat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar dan berpotensi memecah persatuan.

‘Kerukunan merupakan modal utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah. Tanpa suasana yang aman dan harmonis, pembangunan tidak akan berjalan secara optimal,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Abib Abdushomad, mengapresiasi langkah Pemkab Minahasa yang telah membentuk dan mengukuhkan FKUB hingga tingkat kecamatan.

Menurutnya, penguatan kelembagaan FKUB sampai ke tingkat kecamatan merupakan langkah nyata dalam merawat ruang kebersamaan, kerja sama, serta dialog antarumat beragama.

“Kalau penguatan kerukunan sudah sampai di tingkat desa, Minahasa bisa menjadi miniatur kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Abib menilai dukungan Pemkab Minahasa terhadap FKUB menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat toleransi dan meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Bina Lembaga Kerukunan Agama dan Lembaga Keagamaan Kementerian Agama, Hery Susanto, Forkopimda, serta para peserta FKUB se-Kabupaten Minahasa.(P/dg)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025