Inilah penampakan Whoosh, yang semakin disukai publik. (Dok KCIC)PRIORITAS, 3/11/25 (Jakarta): Kereta Cepat Whoosh yang menghubungkan Jakarta-Bandung kian diminati publik, terbukti dari peningkatan jumlah penumpang yang terbilang signifikan.
Berdasarkan data terbaru dari PT KCIC yang diperoleh Beritaprioritas, Senin (3/11/25), tercatat peningkatan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh sebesar 6,3 persen pada periode Januari hingga Oktober 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Disebutkan, selama sepuluh bulan pertama tahun ini, layanan Whoosh telah melayani lebih dari 5,1 juta penumpang, meningkat dari 4,8 juta penumpang pada 2024 di periode yang sama.
Jadi, secara kumulatif, sejak beroperasi secara komersial pada Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 12,2 juta penumpang.
Isu utang

AHY menghadap Prabowo. (‘Courtessy’ Kompas)
Namun, di tengah bertumbuhnya minat publik untuk menggunakan Whoosh, berhembus isu utang.
Terkini, Menteri Koordinator bidang Infrastrukfur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merapat ke Istana Negara, Senin (3/11/25).
Dilaporkan, dalam pertemuan itu AHY akan melaporkan terkait permasalahan restrukturisasi Utang Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh.
“Ya tentu kita ingin melihat berbagai isu, ya termasuk KCIC Jakarta Bandung, ada permasalahan yang harus kita carikan solusinya juga. Ada sejumlah opsi tentu,” ujar AHY kepada media.
Selanjutnya, dia juga membenarkan rapat terkait persoalan restrukturisasi utang kereta cepat. AHY mengaku ingin mendapatkan arahan dari Presiden terkait permasalahan ini.
Solusi dari Danantara
Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo meminta sejumlah menteri untuk menyelesaikan persoalan kereta cepat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat menjadi sorotan karena enggan menggunakan APBN untuk mengatasi persoalan krisis keuangan dari KCIC.
Sementara Badan Pengelola Investasi Danantara diharapkan bisa memberikan solusi untuk untuk membiayai proyek senilai US$7,27 miliar atau setara Rp 117,3 triliun. Adapun opsi perpanjangan tenor pembayaran hutang juga menjadi salah opsi yang dibicarakan agar semakin menyehatkan keuangan KCIC. (P-*r/jr)
No Comments