Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei, luka parah dan diam-diam dibawa lari berobat ke Rusia

Jeffry Wuisan
Senin, 16 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 16/3/26 (Kuwait): Media Kuwait Al-Jarida mengeklaim pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang dicurigai sudah meninggal ternyata masih hidup. Namun ia mengalami luka sangat parah dan diam-diam dibawa lari untuk berobat ke Moskow, Rusia.”

Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Senin (16/3/26), Mojtaba dilaporkan mengalami kondisi kritis akibat serangan gabungan AS-Israel terhadap bunker perlindungan mereka di Teheran.

Ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, tewas bersama sejumlah jenderal Iran dalam serangan tersebut.

Saat serangan pengeboman terjadi, mereka sedang melakukan rapat rahasia menyusun strategi untuk melawan AS dan Israel.

Laporan itu menyatakan Mojtaba diterbangkan dengan sebuah pesawat militer Rusia keluar secara rahasia dari Iran, untuk menjalani operasi darurat di Moskow, karena mengalami luka parah di bagian perut, dada dan patah kaki.

“Mojtaba Khamenei diterbangkan ke Moskow dengan pesawat militer Rusia sebagai bagian dari operasi yang sangat rahasia karena masalah kesehatan dan keamanannya”, kata sebuah sumber berpangkat tinggi Iran.

Mojtaba masih berada di Rusia, meskipun laporan media Kuwait itu belum dikonfirmasi secara independen.

Sumber lain di Teheran menyebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin menawarkan perawatan medis intensif bagi Mojtaba di Moskow, karena fasilitas kesehatan di Iran belum memadai.

Media Kuwait itu menyebut, Mojtaba menjalani operasi besar. Sekarang sedang memulihkan diri di fasilitas medis di salah satu kediaman Presiden Vladimir Putin.

Sumber tersebut mengatakan cedera berat yang diderita Mojtaba akibat serangan pertama AS dan Israel,  membutuhkan perawatan di fasilitas yang lengkap, pengawasan medis yang ketat, dan pemantauan khusus.

Layanan seperti itu tidak dapat dijamin di Iran di tengah pengeboman yang sedang berlangsung, terutama setelah Israel mengumumkan rencana untuk menargetkan pemimpin tertinggi Iran itu.

Usulan Putin

Dinas keamanan Iran khawatir akan kebocoran informasi mengenai keberadaan pemimpin tertinggi Mojtaba, karena dokter dan spesialis yang terlibat dalam perawatannya sedang dilacak. Karena alasan ini, perawatan di Rusia disetujui.

Laporan tersebut mengungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin secara pribadi mengusulkan perawatan Mojtaba di Rusia, selama percakapan telepon dengan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian pada Kamis 12 Maret.

Para pejabat Iran, termasuk Khamenei sendiri, dengan cermat meninjau tawaran Rusia, yang kemudian disetujui.

Setelah itu, ia diangkut ke Moskow, di mana dokter-dokter Rusia, dibantu tim dokter Iran, memberikan perawatan medis.

Sebuah sumber Iran yang dekat dengan kaum reformis mengatakan kepada media AJ Jarida, ada keraguan serius apakah Mojtaba benar-benar mengeluarkan pesan publik pertamanya, setelah ia dipilih menjadi pemimpin tertinggi rezim Iran menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei.

Ada kecurigaan pesan itu ditulis Ali Larijani, sekretaris jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, karena sangat mirip dengan beberapa pernyataan yang dia buat,  sebelum pidato atau pesan disampaikan Mojtaba itu.

Menurut sumber ini, Mojtaba bahkan tidak diberitahu tentang rencana pertemuan tersebut.

Ketidakhadirannya di depan umum dan tidak adanya rekaman audio pidato tersebut, memperkuat keraguan ini.

Pada tanggal 12 Maret 2025, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengisyaratkan Israel memiliki informasi tentang lokasi dan kondisi Mojtaba tetapi tidak ingin mengungkapkannya.

“Saya tidak akan memberinya asuransi jiwa,” katanya, yang ditafsirkan sebagai indikasi Tel Aviv memiliki informasi intelijen spesifik tentang keberadaan pemimpin tertinggi Iran yang baru itu.

Sumber-sumber mengindikasikan menurut perkiraan intelijen Israel, cedera Mojtaba mungkin lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Namun sumber itu juga mencatat Tel Aviv belum mengumumkan memiliki informasi yang terverifikasi tentang keberangkatan Mojtaba dari Iran ke Rusia.

Media Kuwait melaporkan Mojtaba mengalami cedera serius di sisi kiri tubuhnya, dari kepala hingga kaki, setelah puing-puing bangunan bunker jatuh akibat serangan AS-Israel.

Pada 13 Maret, Amerika Serikat mengumumkan hadiah 10 juta dolar AS untuk informasi tentang pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, dan para pejabat senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Pada saat yang sama, Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan putra Khamenei masih hidup, dengan menyebutkan fakta ia tidak muncul di depan kamera pada hari Kamis, 12 Maret 2026, sebagai alasan kecurigaannya. (P-Jeffry W)

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025