Pelatihan Agroforestry untuk 500 warga Garut, Kemnaker dorong lapangan kerja dan usaha desa

Giovanni Riung
Minggu, 10 Mei 2026
EKBIS 0 216
2 menit membaca

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Prof. Yassierli, Ph.D. (Dok. Humas Kemnaker).


PRIORITAS, 10/5/2026 (Garut): Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pelatihan agroforestry terintegrasi bagi 500 warga Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program ini difokuskan untuk memperluas peluang kerja sekaligus mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal desa.

Pelatihan tersebut dirancang untuk mengoptimalkan potensi kawasan hutan sosial seluas sekitar 160 hektare yang dimiliki Desa Karamatwangi, serta memperkuat sektor usaha masyarakat berbasis pertanian, kopi, dan pariwisata.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan.


“Kami dari Kemnaker siap melatih 500 orang. Silakan Pak Kades dibuatkan data dan daftar peserta pelatihannya,” ujar Yassierli saat dialog interaktif bersama petani Papandayan di Garut, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Yassierli, Desa Karamatwangi dipilih karena memiliki potensi agroforestry yang kuat, didukung ketersediaan lahan produktif, pelaku usaha lokal, serta komitmen pemerintah desa dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini kami desain agar terintegrasi dari hulu sampai hilir, sehingga masyarakat tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga peluang usaha dari potensi desa yang ada,” katanya.

Program pelatihan akan mencakup sektor agroforestry mulai dari budidaya kopi, pengolahan pascapanen, roasting, hingga pelatihan barista. Selain itu, Kemnaker juga menyiapkan pelatihan hortikultura seperti budidaya kentang dan cabai untuk memperkuat sektor pertanian produktif di wilayah tersebut.

Di sektor pariwisata, peserta akan mendapatkan pelatihan hospitality dan tour guide guna mendukung pengembangan wisata berbasis alam dan pertanian di Kabupaten Garut.

Yassierli berharap program tersebut dapat menjadikan Desa Karamatwangi sebagai desa percontohan pengembangan ekonomi berbasis agroforestry yang mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

“Dari hulu sampai hilir semuanya terintegrasi. Harapannya, masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan bisa mendapatkan peluang kerja dan usaha dari potensi yang ada di desa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemnaker telah melaksanakan pelatihan berbasis potensi lokal secara bertahap bagi 64 peserta pada periode 2025–2026 di sejumlah desa di wilayah Cisurupan.

Pada 2025, pelatihan dilakukan di Desa Genengjaya melalui program budidaya kopi serta pelatihan penyangraian biji kopi di Desa Cipaganti. Program tersebut berlanjut pada 2026 di Desa Genengjaya, Desa Karamatwangi, dan Desa Simpang dengan fokus pelatihan budidaya, pascapanen, hingga roasting kopi. (P-*r/Humas Kemnaker/Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan