Tonton Youtube BP

Ombudsman RI: Makanan tak bergizi ‘junk food’ jangan dijadikan menu MBG

Herling Tumbel
1 Oct 2025 06:06
3 minutes reading

PRIORITAS, 1/10/25 (Jakarta): Makanan tak bergizi atau junk food seperti sosis, burger dan chicken nugget diharapakan tidak dijadikan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikan anggota Ombudsman RI (ORI) Yeka Hendra Fatika dalam Konferensi Pers Penyampaian Hasil Kajian Cepat Pencegahan Malaadministrasi dalam Penyelenggaraan Program MBG di Jakarta, di Jakarta Selasa (30/9/25). Menurutnya, penyediaan junk food sebagai menu MBG tidak sejalan dengan esensi Makan Bergizi Gratis.

“Ini kan makan bergizi kan gitu ya, berarti kan unsur gizinya itu harus benar-benar dipenuhi,” ungkap Yeka, dilansir dari Antara.

Dengan demikian, dirinya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) agar tak lagi memperbolehkan sekolah untuk menyediakan junk food, seperti sosis, burger, maupun chicken nugget, sebagai menu MBG.

Apabila memang diperlukan penyediaan berbagai menu seperti sosis, burger, dan chicken nugget untuk variasi dalam program MBG, Yeka menilai hal tersebut bisa diatasi dengan pengolahan mandiri menggunakan bahan-bahan yang tinggi gizi.

“Kecuali kalau nugget-nya itu bikin sendiri, bukan merupakan ultra-processed food,” tegasnya.

Atasi siswa bosan

Sebelumnya, BGN menyatakan spageti dan hamburger merupakan menu permintaan dari para siswa yang menjadi salah satu cara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam mengatasi siswa yang bosan dengan nasi sebagai sumber karbohidrat.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang dalam menanggapi kritik dari salah satu ahli gizi yang menilai bahwa menu MBG bukan berasal dari makanan lokal, contohnya pada penyajian spageti dan burger.

“Mohon maaf ada yang mengkritik, ‘Masa ada spageti? Masa ada burger diberikan, apa gizinya?’ Jadi itu, mohon maaf, itu tidak selalu. Jadi anak-anak SPPG ini punya kreativitas, kreativitas gini ayo, biar enggak bosan makan nasi,” kata Nanik dalam jumpa pers yang diselenggarakan di Kantor BGN, Jakarta, 26 September lalu.

Nanik menjelaskan bahwa para siswa diperbolehkan untuk mengajukan permintaan menu MBG yang akan mereka konsumsi. Namun, menu permintaan itu hanya boleh sekali dalam seminggu.

Menurut Nanik, menu spageti dan burger menjadi bentuk kreativitas salah satu SPPG di daerah agar siswa tidak bosan makan nasi. Ia menekankan bahwa makanan yang khusus diminta siswa itu bukan menu harian.

Namun dua hari kemudian, pada Minggu (28/9/25) Nanik S. Deyang seperti meralat penjelasannya. Dalam keterangannya, BGN melarang penggunaan ultra processed food (UPF) sebagai menu makanan program MBG.

Ia menjelaskan, pelarangan ini untuk memastikan peserta MBG mendapatkan gizi yang tepat. Selain itu, dia juga memastikan, kebijakan ini akan tetap membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang.

“Begitu larangan ini dilaksanakan, ratusan ribu UMKM pangan akan hidup. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi bagi anak bangsa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis. (P-ht)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x