Para penonton berkumpul di Nativity Square selama upacara penyalaan pohon Natal di Betlehem pada 6 Desember 2025. (catholic news agency)PRIORITAS, 12/12/25 (Jerusalem): Persiapan perayaan Natal di kota tempat kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem, kini kembali bergema di tengah ketegangan dan perang Israel-Hamas (Palestina).
Kota Bethlehem terletak bagian barat Israel di kawasan bernama Tepi Barat (West Bank) yang kini duduki otoritas Palestina, dekat dengan sungai Yordan.
Sedangkan Jalur Gaza (Gaza Strait). Lokasi perang hebat Israel-Hamas berada di bagian selatan Israel di tepi laut mediterania, yang juga berada di bawah otoritas Palestina.
Akibat pecahnya perang Israel-Hamas, kawasan Tepi Barat termasuk kota Bethlehem sering ikut menjadi sasaran serangan, karena sejumlah militan maupun pendukung Hamas juga menyusup di kawasan tersebut.
Hal ini mengakibatkan aktivitas kehidupan di Tepi Barat termasuk Bethlehem ikut terpengaruh.
Selama perang di jalur Gaza berlangsung — semua perayaan Natal di Bethlehem, kota tempat Yesus dilahirkan, telah dibatalkan.
Pekan ini untuk pertama kalinya setelah dua tahun perang Israel-Hamas, pemerintah kota Bethlehem menyalakan pohon Natal lagi.
Setelah gencatan senjata baru-baru ini, kota yang terkenal itu memutuskan untuk kembali merayakan Natal, dimulai dengan penyalaan pohon Natal raksasa di depan Gereja Kelahiran Yesus (Church of the Nativity) yang bersejarah pada 6 Desember 2025.
Para penonton berkumpul di Nativity Square (lapangan Kelahiran) selama upacara penyalaan pohon Natal di Bethlehem itu.
“Dua tahun ini benar-benar sunyi; tidak ada Natal, tidak ada pekerjaan, tidak ada pekerjaan,” kata Wali Kota Bethlehem, Maher Canawati, dalam sebuah wawancara dengan BBC seperti dikutip Beritaprioritas.com dari Catholic News Agency, hari Jumat (12/12/25).
Menurut Wali Kota Bethlehem, beberapa orang mungkin mengatakan itu tidak pantas dan yang lain justru menilai itu baik. “Tetapi jauh di lubuk hati saya, saya merasa bahwa ini adalah hal yang benar untuk dilakukan karena Natal tidak boleh dihentikan atau dibatalkan. Inilah cahaya harapan bagi kita”, tegasnya.
Beit Jala dan Beit Sahour, dua kota tetangga, juga akan mengadakan pesta penyalaan pohon Natal dalam beberapa hari mendatang.
Hotel-hotel juga menerima lebih banyak pemesanan dari wisatawan dan warga Palestina di Israel.
Ledakan bom
Meskipun ada gencatan senjata, aksi perang masih berlanjut di wilayah Palestina tersebut.
Pastor Gabriel Romanelli, pastor di Gereja Keluarga Kudus di Gaza, satu-satunya gereja Katolik di wilayah tersebut, menyampaikan kepada X pada hari yang sama dengan penyalaan pohon Natal di Bethlehem, sebuah bom meledak sekitar 200 meter (650 kaki) dari parokinya. Namun tidak ada yang terluka.
“Pusat ledakan sekitar 200 meter, kira-kira, di Parroquia. No dejemos de pedir por la Paz definitiva”, kata
Pastor Gabriel.
Pada tanggal 17 Juli, saat terjadi serangan pengeboman di parokinya, tiga orang meninggal dan 15 orang terluka, termasuk dirinya sendiri mengalami cedera pada kakinya.
Dia menyebut pengalaman itu ‘mengerikan’. Pecahan peluru beterbangan ke segala arah, kenangnya.
“Salib ikonik yang Anda lihat itu — tingginya sekitar 2 meter [6,5 kaki] — rusak parah,” kata pastor tentang dampak serangan tersebut.
“Wilayahnya cukup kecil, dan meskipun kami mendengar pengeboman setiap hari dan pecahan logam sering berjatuhan, belum pernah terjadi insiden separah ini sejak perang dimulai,” lanjut Romanelli.
Serangan baru-baru ini telah meninggalkan bekas yang mendalam bagi dirinya dan umat Katolik di sana.
Sejarah Bethlehem
Sejarah singkat menyebutkan Bethlehem adalah sebuah kota di Tepi Barat, Palestina, merupakan ibu kota Kegubernuran Bethlehem yang terletak sekitar sepuluh kilometer (enam mil) selatan Yerusalem
Pada tahun 2017, penduduknya berjumlah 28.591 jiwa. Perekonomian kota ini sangat terkait dengan pariwisata, terutama selama periode Natal, ketika umat Kristen melakukan ziarah ke Church of the Nativity, yang dihormati sebagai tempat kelahiran Yesus.
Kemungkinan penyebutan pertama Bethlehem terdapat dalam surat-menyurat Amarna di Mesir kuno, yang bertanggal 1350–1330 SM, meskipun pembacaan tersebut tidak pasti.
Dalam Kitab Suci, Alkitab disebutkan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, terkait peristiwa penting seperti kematian Rahel, kisah Rut, dan kelahiran Raja Daud serta Yesus Kristus.
Pada periode bangsa Israel digambarkan Bethlehem sebagai tempat kelahiran Raja Daud, leluhur Yesus Kristus.
Dalam Alkitab Perjanjian Baru, kota ini diidentifikasi sebagai tempat kelahiran Yesus dari Nazaret.
Bethlehem menjadi pusat ziarah penting bagi umat Kristen dan Yahudi di seluruh dunia.
Secara geografis Bethlehem berada di perbukitan Yudea, sekitar 772 meter di atas permukaan laut, dikelilingi pemandangan perbukitan dan lanskap kuno. Kota ini kini dihuni komunitas Kristen dan Muslim. (P-Jeffry W)