Mahasiswa Universitas Pertamina berhasil mengubah minyak jelantah menjadi produk perawatan sepatu.(Courtesy’ /Mudatsir/JournalTelegraf)PRIORITAS, 5/7/26 (Jakarta): Tumpukan minyak jelantah yang selama ini kerap berakhir di saluran air atau tempat sampah ternyata masih menyimpan nilai ekonomi. Berangkat dari gagasan itu, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menciptakan produk perawatan sepatu berbahan dasar minyak jelantah dan berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.
Tim yang mengusung nama “ReSoleve” mengembangkan dua produk sekaligus. Produk tersebut adalah foam cleaner untuk membersihkan sepatu dan leather balm untuk merawat sepatu berbahan kulit. Keduanya memanfaatkan minyak jelantah yang telah melalui proses pemurnian.
Keberhasilan tersebut mengantarkan “ReSoleve” memperoleh pendanaan sebesar Rp10 juta dari P2MW 2026. P2MW merupakan program kewirausahaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Tim ReSoleve lolos setelah bersaing dengan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di Indonesia. Proses seleksinya berlangsung pada April hingga Juni 2026.
Ketua tim, Nurhalizah, mengatakan “ReSoleve” lahir dari keinginan memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan.
“Kami melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui “ReSoleve,” kami ingin menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya. Demikian melansir Jurnaltelegraf,
Sebelum memasuki tahap produksi, tim lebih dulu memurnikan minyak jelantah melalui penyaringan, penghilangan bau dan warna, serta penetralan senyawa yang terbentuk akibat penggunaan berulang. Proses tersebut menghasilkan bahan baku yang siap diolah menjadi produk perawatan sepatu.
Untuk membuat foam cleaner, tim memadukan minyak jelantah dengan kalium hidroksida (KOH) agar mampu mengangkat kotoran secara efektif. Mereka kemudian menambahkan ekstrak daun marjoram dan bunga sedap malam sebagai pewangi alami. Sementara itu, *leather balm* memanfaatkan campuran minyak jelantah murni dan lilin lebah (*beeswax*) guna menjaga kelembapan sekaligus mempertahankan kilau kulit sepatu.
Dosen pendamping ReSoleve, Rico Ricardo, menjelaskan bahwa dana P2MW akan memperkuat kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran melalui media sosial dan berbagai platform e-commerce.
Menurutnya, rencana bisnis yang telah disusun menunjukkan prospek usaha yang menjanjikan. Tim bahkan memproyeksikan “ReSoleve” mampu menghasilkan laba sekitar Rp14 juta setiap bulan ketika produksi berjalan optimal.
“ReSoleve” tidak hanya menawarkan produk komersial, tetapi juga mengusung misi lingkungan. Inovasi tersebut mendukung konsep ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk bernilai tambah. Hal ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, memberikan apresiasi atas capaian mahasiswa tersebut. Ia menilai keberhasilan “ReSoleve” menunjukkan bahwa inovasi anak muda mampu memadukan kepedulian terhadap lingkungan dengan semangat kewirausahaan yang berkelanjutan. (P-sm)