PRIORITAS, 19/12/25 (Jakarta): Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Bandara Soekarno-Hatta mencatat pergerakan penumpang keluar dan masuk sepanjang 2025 menembus sekitar 17,3 juta orang. Angka ini naik sekitar 8,3 persen untuk arus kedatangan serta keberangkatan dibandingkan tahun 2024.
Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan lintas negara melalui Bandara Soekarno-Hatta, yang menegaskan posisinya sebagai bandara paling sibuk di Indonesia.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta Galih Kartika Perdhana menyampaikan, sepanjang Januari hingga 10 Desember 2025, pihaknya telah menerbitkan sebanyak 380.864 paspor.
“Penerbitan paspor didominasi paspor elektronik 48 halaman dan paspor elektronik berbahan polikarbonat, sejalan dengan kebijakan digitalisasi layanan keimigrasian,” imbuh Galih Kartika Perdhana kepada wartawan, Jumat (19/12/25).
Selain pelayanan paspor, Imigrasi Soekarno-Hatta turut menerbitkan sebanyak 2.455 izin tinggal yang meliputi izin tinggal kunjungan, izin tinggal terbatas, serta izin tinggal tetap.
Seluruh layanan tersebut dilaksanakan melalui tempat pemeriksaan imigrasi (TPI) yang berada di terminal kedatangan maupun keberangkatan.
Pelayanan publik
Dalam ranah pelayanan publik, Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat penanganan 7.380 permohonan informasi serta tindak lanjut terhadap 156 aduan masyarakat sepanjang 2025. Capaian tersebut mencerminkan komitmen lembaga dalam menjaga transparansi serta akuntabilitas layanan.
Pada sektor penegakan hukum keimigrasian, terdapat 759 berita acara pemeriksaan terkait paspor rusak atau hilang, 187 tindakan administratif keimigrasian terhadap warga negara asing, serta lima perkara yang diproses melalui jalur pro justitia.
Adapun dalam pengawasan lalu lintas orang, Imigrasi mencatat 727 penolakan masuk terhadap WNA dan 1.847 penundaan keberangkatan WNI. Secara keseluruhan, total tindakan keimigrasian yang dilakukan sepanjang 2025 mencapai 2.574 tindakan.
Anggaran capai 93,01 persen
Dari aspek tata kelola, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp411,6 miliar, dengan tingkat serapan anggaran mencapai 93,01 persen.
Upaya penguatan teknologi informasi juga terus ditingkatkan melalui pembaruan sistem antrean, pemeliharaan jaringan serta aplikasi, hingga optimalisasi pemanfaatan perangkat pengawasan berbasis teknologi.
Guna mendorong peningkatan mutu layanan, Imigrasi Soekarno-Hatta menghadirkan sejumlah terobosan, di antaranya unit percepatan pelayanan paspor (UP3), layanan pengambilan paspor satu pintu, fasilitas drive-thru untuk pengambilan paspor, ruang ramah bagi kelompok rentan, jalur khusus ABG yang mencakup anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas, serta penerapan penggunaan body camera bagi petugas.
Selain itu, Imigrasi juga melakukan pembaruan ruang pemeriksaan, menyediakan PMI Lounge di area kedatangan Terminal 3, serta meluncurkan aplikasi Al Indonesia sebagai platform terintegrasi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Bandara Soekarno-Hatta.
“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian yang profesional, modern, dan berintegritas,” imbuhnya. (P-*r/Zamir Ambia)