
Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Badan Ruset dan Inovasi Nasional (BRIN) perkuat ekosistem riset dan inovasi daerah. (‘Courtesy’ Antara/Dedy Azis)PRIORITAS, 9/8/26 (Ambon): Pemerintah Provinsi Maluku memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk membangun ekosistem riset serta inovasi yang sesuai dengan karakteristik daerah kepulauan.
Maksud kolaborasi tersebut agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi berkembang menjadi kebijakan dan teknologi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie mengatakan inovasi menjadi kebutuhan penting bagi Maluku yang memiliki tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan.
“Sebagai provinsi kepulauan, inovasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mengatasi berbagai keterbatasan geografis sekaligus mengoptimalkan potensi daerah,” kata Sadali di Ambon, Minggu (9/8/2026).

Menurut Sadali, ICMI memiliki kapasitas intelektual yang dapat membantu pemerintah daerah merumuskan solusi berbasis riset untuk berbagai persoalan pembangunan.
Ia menilai tantangan pembangunan yang semakin kompleks membutuhkan kerja sama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.
Pemprov Maluku pun memandang ICMI sebagai mitra strategis dalam membangun daerah yang bertumpu pada pengetahuan, inovasi, serta nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Sadali setelah peluncuran Muktamar VIII ICMI 2026 bersamaan dengan peresmian Sekretariat Majelis Pengurus Wilayah (MPW) ICMI Maluku.
Pemprov Maluku mendorong ICMI bersama BRIN memberi perhatian lebih terhadap penelitian yang sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan.
Sadali menegaskan riset tidak cukup berhenti pada hasil kajian. Pemerintah menginginkan penelitian berkembang menjadi inovasi yang bisa implementatif di tengah masyarakat.
Riset aplikatif tersebut dapat menghasilkan rekayasa kebijakan maupun teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan mengembangkan komoditas unggulan. Selain itu juga, membuka peluang investasi, dan menciptakan nilai tambah ekonomi.
Pemprov Maluku juga berharap BRIN dan ICMI menjadikan Maluku sebagai salah satu daerah prioritas dalam pengembangan inovasi berbasis potensi kepulauan.
Pendampingan, kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga hilirisasi hasil penelitian menjadi bagian penting dari upaya tersebut.
Pemprov menilai, penguatan riset juga penting untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi daerah secara lebih terukur. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain kelautan dan perikanan, pertanian, perkebunan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Pemanfaatan hasil penelitian secara tepat kiranya dapat meningkatkan daya saing komoditas lokal. Langkah itu sekaligus membantu pemerintah menyusun kebijakan yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kolaborasi ini harus diarahkan pada kerja nyata, sehingga riset dan inovasi tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat menghasilkan solusi yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Maluku,” ujar Sadali seperti dilansir dari Antara News.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemprov Maluku berharap potensi besar wilayah kepulauan tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi dapat mengolahnya melalui pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (P-sm)


