Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (kanan) dan CEO Lippo Group, James Riady. (Kementerian PKP)James Riady Bantah Konsumen Belum Terima Unit
PRIORITAS, 5/2/2026 (Jakarta): Isu Meikarta ditepis langsung dari pucuk pimpinan Lippo Group. Chairman James Riady secara tegas membantah kabar bahwa masih ada konsumen Meikarta yang belum menerima unit sesuai haknya, seraya menegaskan bahwa seluruh kewajiban perusahaan telah dijalankan sesuai perjanjian yang disepakati.
Pernyataan tersebut disampaikan James dalam keterangannya usai menghadiri Retret SDM Eselon I–IV, Kepala Balai, dan Kepala Satuan Kerja Kementerian PKP di Kantor Kementerian Hukum, Cinere, Depok, Jawa Barat, awal pekan lalu.
“Tidak ada yang belum terima sesuai dengan perjanjian,” tegasnya di tengah sorotan publik terkait pembangunan rumah susun (rusun) subsidi yang akan dibangun Pemerintah di kawasan Meikarta, Bekasi. Proyek rusun subsidi direncanakan mulai dibangun pada 8 Maret 2026 di atas lahan seluas 30 hektar di tiga titik lokasi.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara menegaskan bahwa pembayaran kepada konsumen Meikarta telah dilakukan dalam dua tahap. Ia menyebut proses tersebut juga telah diinformasikan secara resmi kepada pihak-pihak terkait.
“Sudah ada dua tahap pembayaran dari Pak James. Silakan dicek. Kami sudah sampaikan secara resmi,” ungkap Ara dalam keterangannya diterima Kamis (5/2/2026).
Pernyataan tersebut menjawab isu publik mengenai komitmen penyelesaian kewajiban kepada konsumen, terutama ketika Lippo Group melalui PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ikut terlibat dalam pembangunan rusun subsidi. James memastikan bahwa perusahaan tetap mengikuti mekanisme yang telah disepakati bersama konsumen.
3.600 Unit Telah Diserahkan
Sebelumnya, seperti dilansir Kompas.com, Senin (2/2/2026), PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) mengklaim telah menyerahkan lebih dari 3.600 unit kepada konsumen. Sepanjang 2025, pembangunan 16.500 unit apartemen juga dilaporkan telah rampung.
Presiden Direktur MSU, Indra Azwar, mengatakan bahwa pengembangan Meikarta diarahkan untuk menciptakan kawasan yang hidup dan sesuai kebutuhan masyarakat urban.
“Keberhasilan serah terima unit sepanjang 2025 serta kelanjutan proses pembangunan ke depan merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kawasan yang berfungsi, hidup, dan memberikan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelas Indra. (P-*/bwl)