Konektivitas digital tetap menjadi perhatian serius Pemkab Talaud

Armin Mandika
Rabu, 29 Juli 2026
DAERAH 0 233
3 menit membaca

PRIORITAS, 29/7/27 (Manado):  Menjaga konektivitas digital di wilayah perbatasan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud. Bupati Welly Titah, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) Sthela F. Bentian, S.Si, M.Si, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI, di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Selasa (28/7/26).


Pertemuan strategis ini digelar untuk membahas langkah teknis percepatan perbaikan kabel serat optik bawah laut yang terputus akibat rangkaian gempa tektonik di Sulawesi Utara. Namun, yang lebih penting, forum ini juga mengkonfirmasi kesiapan solusi cadangan berkelas dunia, Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1).

Mengantisipasi masa pemulihan infrastruktur kabel laut, Pemkab Talaud dan BAKTI Kemkomdigi sepakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan satelit SATRIA-1 melalui program BAKTI AKSI. Langkah ini memastikan bahwa denyut nadi digital di Talaud tidak berhenti, meskipun jaringan utama mengalami gangguan.

Jaringan satelit canggih ini akan menopang 132 titik fasilitas strategis di seluruh Kabupaten Kepulauan Talaud, meliputi Kantor Pemerintahan Desa dan Kecamatan, Sekolah-sekolah dari tingkat dasar hingga menengah,  Fasilitas Kesehatan (Puskesmas dan RSUD), Pos Pertahanan Keamanan (Hankam) dan  Area Publik Strategis seperti Pantai Indah Melonguane dan Monumen Patung Tuhan Yesus Memberkati.


Bupati Welly Titah menyambut positif respons cepat dari pemerintah pusat dalam menyediakan alternatif konektivitas via satelit. Ia menekankan bahwa di era digital, akses internet bukan lagi sekadar kebutuhan sekunder, melainkan tulang punggung pelayanan publik.

“Kami menyadari tantangan alam di wilayah kepulauan sangat tinggi, termasuk risiko gempa yang berdampak pada kabel bawah laut. Namun, dengan masuknya pemanfaatan SATRIA-1, roda pemerintahan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas belajar anak-anak di Talaud tetap bisa berjalan tanpa terisolasi. Ini adalah bukti bahwa teknologi hadir untuk melayani masyarakat, bahkan di titik terdepan NKRI,” ujar Bupati Welly Titah.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kabupaten Kepulauan Talaud, Sthela Bentian, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat penurunan kapasitas jaringan sementara selama proses perbaikan berlangsung. Ia memastikan bahwa koordinasi intensif antara Pemkab Talaud, BAKTI, dan penyedia layanan terus dilakukan secara real-time.

“Tim teknis kami bekerja sama dengan BAKTI untuk memantau progres perbaikan kabel Palapa Ring. Sementara itu, SATRIA-1 akan beroperasi penuh sebagai jembatan konektivitas sampai jaringan serat optik pulih 100 persen. Kami berkomitmen agar gangguan ini seminimal mungkin dampaknya bagi masyarakat,” jelas Sthela.

Dengan sinergi antara infrastruktur kabel laut dan satelit berteknologi tinggi ini, Kabupaten Kepulauan Talaud membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi bencana alam sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan sosial digital di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

SATRIA-1 adalah satelit multifungsi milik Indonesia yang dirancang untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke ribuan titik di daerah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T), termasuk fasilitas publik dan pemerintah (P-Nelson Sangadi)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan