Kim Jong Un ingin berteman lagi dengan AS, Presiden Trump siap untuk dialog tanpa syarat

Jeffry Wuisan
Jumat, 27 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 27/2/26 (Seoul): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jung Un,  tanpa prasyarat apa pun.

Pernyataaan ini dikeluarkan pihak istana Presiden AS, setelah Kim Jong-un menyatakan ingin untuk menjallin kembali persahabatan dengan Amerika Serikat,  jika AS menghentikan kebijakan “bermusuhan” terhadap rezimnya.

“Tidak punya alasan untuk tidak bergaul dengan AS. Sepenuhnya bergantung pada sikap AS,” kata Kim Jung Un dalam sebuah kongres partainya 25 Februari 2026 malam.

Menanggapi isyarat tersebut, seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Trump siap bertemu lagi dengan Kim Jong Un.

“Kebijakan AS terhadap Korea Utara tidak berubah. Presiden Trump tetap terbuka untuk berbicara dengan Kim Jong-un tanpa prasyarat apa pun,” kata pejabat itu.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Jumat (27/2/26), pejabat tersebut mengungkapkan pada masa jabatan pertamanya, Trump mengadakan tiga pertemuan puncak dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang menstabilkan Semenanjung Korea.

Dalam pidatonya di kongres Partai Buruh yang berkuasa, Kim Jong Un secara terang-terangan menyatakan Korea Utara ingin membuka pintu untuk diplomasi dengan pemerintahan Trump, lapor media Korea Herald.

Sebelumnya ada spekulasi Trump mungkin akan berupaya mengadakan pembicaraan dengan Kim Jung Un, ketika ia mengunjungi China mulai akhir bulan depan hingga awal April.

 

Menolak Korsel

Meski ingin kembali ‘berteman’ dengan AS, Kim Jong Un malah menolak upaya berdialog dengan negara tetangganya, Korea Selatan (Korsel).

Hal ini meredam harapan Seoul untuk dimulainya kembali dialog dan kerja sama antar-Korea.

Kongres tersebut berlangsung bertepatan dengan kunjungan utusan nuklir utama Korea Selatan, Jeong Yeon-doo, ke Washington minggu ini untuk membahas koordinasi kebijakan mengenai Korea Utara dan isu-isu lainnya.

Selama kunjungannya di ibu kota AS, ia bertemu dengan para pejabat senior AS, termasuk Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Politik, Allison Hooker, Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Keamanan Internasional, Thomas DiNanno, dan Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik, Michael DeSombre.

“Saya telah memastikan (selama kunjungan saya ke sini) bahwa tidak ada perubahan dalam pendirian AS yang terbuka untuk berdialog dengan Korea Utara tanpa prasyarat,” kata Jeong kepada wartawan Korea Selatan di Washington.

Selama pembicaraan dengan para pejabat AS, ia menjelaskan Seoul sebagai “penentu kecepatan”,  akan terus mendukung upaya untuk melanjutkan dialog antara AS dan Korut.

Seorang pejabat senior Seoul mengatakan tampaknya tidak ada perkembangan baru dalam hal keterlibatan tingkat kerja antara AS dan Korea Utara,  yang dapat membuka jalan bagi dimulainya kembali dialog bilateral.

Presiden Donald Trump sebelumnya mengadakan tiga pertemuan langsung dengan Kim Jung Un.

Pertemuan pertama di Singapura pada Juni 2018, yang kedua di Hanoi pada Februari 2019 dan yang ketiga di desa perbatasan antar-Korea, Panmunjom, pada Juni 2019. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025