
Warga India desa di Uttar Pradesh mengikat seorang teknisi jaringan 5G ke menara komunikasi setelah ia datang untuk memperbaiki gangguan jaringan (brianprintug).PRIORITAS, 17/9/26 (India): Aksi protes tidak biasa mengguncang Desa Hardauli Distrik Fatehpur Negara Bagian Uttar Pradesh India. Bahkan, sekelompok warga menyandera serta mengikat seorang teknisi menara bernama Aditya Bhan Singh menggunakan tali pada tiang pemancar. “Satu kasus terungkap melalui media sosial saat seorang teknisi di Desa Hardauli disandera oleh warga lokal,” kata Kapolres Fatehpur Abhimanyu Manglik di India seperti dilansir dari news.au.
Sementara itu, warga mengeluhkan gangguan jaringan internet serta kelangkaan sinyal 5G selama hampir dua tahun terakhir. Sebab, pelanggan tetap membayar paket data 5G tetapi hanya menerima kualitas jaringan 4G yang buruk. Selain itu, Kapolres Fatehpur Abhimanyu Manglik mengonfirmasi penangkapan enam warga pemicu aksi penyanderaan teknisi menara tersebut. “Penyidik telah memproses laporan polisi berdasarkan pengaduan resmi dari korban,” tambahnya di Kantor Polisi Bindki.
Selanjutnya, aparat kepolisian Bindki membebaskan korban serta membubarkan kerumunan warga di sekitar lokasi kejadian. Oleh karena itu, polisi menangkap Rahul Patel, Suraj Yadav, Alok Patel, Yogendra Patel, Alok Yadav, dan Sachin Patel. Penindakan hukum secara tegas ini merespons aksi penyekapan ilegal terhadap pekerja teknis di lapangan.
Bukan hanya itu, rekaman video penyanderaan teknisi menara mendadak viral serta memicu perdebatan luas di media sosial. Di sana, warga menahan korban demi memaksa pimpinan perusahaan telekomunikasi datang memperbaiki kualitas jaringan internet desa. Sebab itu, majelis hakim mengadili para tersangka sebelum memberikan jaminan penangguhan penahanan sementara.
Aparat Kepolisian Fatehpur melanjutkan proses penyelidikan perkara hingga tuntas di tingkat pengadilan lokal. Pihak manajemen perusahaan telekomunikasi berjanji meningkatkan kualitas sinyal di wilayah Desa Hardauli. (P-*Ant/Gio R)