Kepri perkuat pariwisata di tengah konflik global, Gubernur Ansar: Harus adaptif

Johanes Christiaan
Jumat, 20 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/3/2026 (Tanjungpinang): Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, sektor pariwisata dituntut semakin adaptif dan tangguh. Gubrnur Kepri, Ansar Ahmad memaparkan strategi penguatan pariwisata daerah dalam webinar bertajuk Tourism Under Fire, Senin (17/3/2026).

Dalam paparannya, Gubernur menekankan pentingnya diversifikasi pasar wisata, peningkatan kualitas destinasi, serta penguatan konektivitas sebagai langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi konflik global.

Selain itu, digitalisasi promosi pariwisata dan kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci untuk menjaga daya saing pariwisata di Kepulauan Riau agar tetap menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Alumni NHI Bandung bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia itu digelar secara daring. Ansar mengikuti dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.

Dalam paparannya, Ansar menegaskan posisi strategis Kepulauan Riau sebagai “Beranda NKRI” yang berbatasan langsung dengan negara-negara Asia Tenggara seperti Singapura dan Malaysia, serta berada di jalur vital Selat Malaka.

Sepanjang 2025, Kepri menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar ketiga di Indonesia dengan kunjungan mencapai lebih dari 2 juta orang. Namun, Ansar mengingatkan dinamika geopolitik global berpotensi memicu travel warning dan kenaikan biaya transportasi akibat fluktuasi harga energi, yang berdampak pada mobilitas wisatawan.

Untuk itu, Pemprov Kepri mendorong sejumlah langkah strategis, antara lain optimalisasi layanan keimigrasian melalui autogate dan kebijakan Visa on Arrival, serta penguatan sektor sport tourism dan marine tourism.

Selain itu, diversifikasi pasar melalui peningkatan wisatawan nusantara juga terus digencarkan guna menjaga stabilitas kunjungan.

Ansar optimistis target 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada 2026 dapat tercapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pariwisata. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025