Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan didampingi Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, saat memimpin RDPU. (Humas DPRD)PRIORITAS, 15/3/2026 (Batam): DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kecelakaan kerja tenggelamnya kapal tugboat yang menelan korban jiwa di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia, kawasan Tanjunguncang.
Informasi yang diperoleh dari DPRD Kota Batam, Minggu (15/3/2026) menyebut, RDPU tersebut dipimpin Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan didampingi Wakil Ketua III Muhammad Yunus Muda, serta dihadiri sejumlah pimpinan komisi dan anggota DPRD.
RDPU juga menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Diky Wijaya, perwakilan Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, manajemen PT ASL Shipyard Indonesia, serta perwakilan PT Pradana Samudra Lines.
Dalam rapat tersebut, para legislator menyampaikan keprihatinan atas insiden yang kembali terjadi di kawasan galangan kapal tersebut dan menilai kecelakaan kerja di sektor tersebut sudah berulang kali terjadi.
Aweng Kurniawan menegaskan pentingnya memastikan aspek perizinan dan kelayakan operasional kapal yang terlibat dalam insiden tersebut. “Kami perlu memastikan apakah kapal memiliki surat izin berlayar dan apakah sudah berkoordinasi dengan KSOP. Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Melalui RDPU ini, DPRD Batam juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan, antara lain membuka secara transparan kronologi kejadian, memastikan tanggung jawab terhadap korban, serta memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban.
DPRD juga meminta perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja dan lingkungan (K3LH) agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines Moh Fatur Akbar menyatakan pihak perusahaan telah menanggung santunan, asuransi, serta seluruh biaya pemakaman korban hingga proses pemakaman selesai.
Ia menjelaskan saat kejadian terdapat lima kru di dalam tugboat yang sedang melakukan asist atau membantu mendorong kapal lain di area galangan. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal. (P_Jeff K)