Italia tolak keras gantikan Iran, Presiden CONI: Ide itu bertentangan dengan prinsip olahraga

Wolter Rumapar
Jumat, 24 April 2026
BOLA 0 204
2 menit membaca

Italia kembali gagal lolos Piala Dunia. (Courtessy Beritasatu.com/Armin Durgut)



PRIORITAS, 24/4/26 (Milan):
Italia menolak dengan keras usulan agar tim nasional mereka menggantikan Iran pada Piala Dunia 2026.

Presiden Komite Olimpiade Italia (CONI), Luciano Buonfiglio, menyebut ide tersebut tidak pantas dan bertentangan dengan prinsip olahraga.

“Pertama, itu tidak mungkin. Kedua, itu menyinggung. Anda harus layak untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia,” ujarnya, Kamis (23/4/26) waktu setempat.


Hal senada juga disampaikan Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi. Ia menegaskan bahwa tiket ke Piala Dunia hanya bisa diraih melalui performa di lapangan.

Harus lolos kualifikasi

“Itu tidak pantas. Anda harus lolos kualifikasi dengan bermain,” katanya.

Sebelumnya,  usulan tersebut disampaikan Paolo Zampolli, utusan khusus pemerintahan Presiden AS Donald Trump, pada Rabu (22/4/26). Dia menilai Italia layak tampil karena memiliki sejarah kuat dengan empat gelar juara dunia.

Italia sendiri gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah dari Bosnia & Herzegovina di final play-off. Ini menjadi kegagalan ketiga berturut-turut setelah sebelumnya tersingkir oleh Swedia dan Makedonia Utara.

Kegagalan tersebut memicu perubahan besar di tubuh sepak bola Italia, termasuk mundurnya pelatih Gennaro Gattuso, Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina, dan manajer tim Gianluigi Buffon.

Usulan penggantian muncul karena partisipasi Iran sempat dipertanyakan akibat konflik di Timur Tengah. Namun, pemerintah Iran memastikan tim nasional tetap siap berlaga di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan seluruh kondisi agar tim nasional dapat berpartisipasi dengan bangga,” ujar juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohejerani.

FIFA juga telah menegaskan bahwa Iran akan tetap bermain sesuai jadwal. Bahkan, Presiden FIFA Gianni Infantino disebut mendukung persiapan Iran, termasuk fasilitas latihan di luar negeri.

Iran dijadwalkan menjalani laga fase grup melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir di Amerika Serikat.

Sementara itu, isu visa bagi delegasi Iran masih menjadi salah satu tantangan yang belum sepenuhnya terselesaikan. (P-wr).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan