Kamera pengawas di Iran (kiri). Pemimpin Iran, Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan pengeboman Israel di Teheran (kanan). (x)PRIORITAS, 4/3/26 (Jerusalem): Terungkap sebelum serangan sesudah fajar untuk membunuh pemimpin rezim Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para jenderalnya, Israel dan Amerika Serikat (AS) sudah cukup lama mengamati dan mengawasi semua pergerakan mereka.
Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Rabu (4/3/26), intelijen Israel, Mossad, yang dikomandoi Israel Defence Force (IDF), ternyata sudah melakukan hack (peretasan) ratusan kamera rahasia pemerintah Iran, yang tersebar luas di Teheran dan lokasi penting di Iran.
Sedangkan intel AS, Central Intellegence Agency (CIA), disebutkan mengamati pergerakan langsung di lapangan terhadap semua pejabat penting Iran.
Intelijen kedua negara ini juga menggunakan aset peralatan canggih dikombinasikan dengan taktik pengidentifikasi yang sangat detil, sehingga mereka dapat melakukan serangan presisi terhadap target.
Terungkap kerjasama intelijen Israel dan Amerika Serikat terbukti berhasil mengetahui posisi pemimpin Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan para jenderal pentingnya, menjelang serangan besar hari Sabtu 28 Februari 2026.
Terbunuhnya pemimpin tertinggi rezim Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang sering melakukan pergerakan tersembunyi, menimbulkan kehebohan tidak hanya di dalam negeri Iran tetapi dunia internasional.
Israel menggelar operasi serangan militer ke Iran dengan kode Roaring Lion (Singa Mengaum) sedangkan Amerika Serikat dengan sandi Epic Fury (Amukan Epik)
“Israel meretas kamera lalu lintas Teheran untuk melacak Khamenei menjelang pembunuhannya”, lapor media The Times of Israel.

Dua wanita muda Iran yang tidak menggunakan hijab mengangkat tangan ke arah kamera pengawas di sebuah tempat di Teheran.(x)
Pakai Algoritma
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menggunakan algoritma untuk menafsirkan sejumlah besar data.
Sebagian besar pekerjaan menggunakan perangkat dan algoritma AI di badan inteleijen Israel itu, dilakukan Unit 8200 IDF.
Ini memungkinkan mereka untuk membangun model pola posisi dan pergerakan pengawal pribadi utama Ali Khamenei. Sedangkan CIA memiliki informasi intelijen manusia yang mengawasi semua posisi dan pergerakan pemimpin tertinggi Iran.
Media Financial Times AS mengutip dua sumber pejabat yang mengetahui masalah tersebut, juga menyebut Israel meretas jaringan kamera yang luas untuk melacak pengawal Ayatollah Ali Khamenei dan pejabat tinggi Iran lainnya.
Israel mengetahui kamera-kamera di Iran diyakini sebagai bagian dari aparat pengawasan negara, yang sering dipakai pihak berwenang Iran untuk mengetahui para demonstran dan lawan rezim.
Namun, Mossad, badan intelijen Israel, mampu memanfaatkan jaringan tersebut untuk melawan rezim, menurut laporan itu.
Laporan lain menyebutkan Israel memperoleh akses ke kamera-kamera tersebut bertahun-tahun yang lalu.
Israel menemukan ada kamera tertentu diarahkan sedemikian rupa, sehingga menunjukkan di mana anggota tim keamanan Khamenei memarkir mobil mereka.
Melalui kamera-kamera tersebut, intelijen Israel menyusun berkas tentang alamat para penjaga, jadwal kerja, dan siapa yang ditugaskan untuk mereka lindungi.
Mengganggu layanan seluler
Pada hari serangan fajar terjadi, Israel dan AS terungkap mengganggu layanan komunikasi telepon seluler di Jalan Pasteur Teheran, tempat Khamenei dibunuh.
Ini menyebabkan pihak keamanan atau orang-orang tertentu yang mencoba menghubungi pengawal Khamenei dan ingin menyampaikan peringatan, hanya akan menerima nada sibuk.
“Kami mengenal Teheran seperti kami mengenal Yerusalem,” kata seorang pejabat intelijen Israel.
“Dan ketika Anda mengenal [suatu tempat] sebaik Anda mengenal jalan tempat Anda dibesarkan, Anda akan memperhatikan satu hal pun yang tidak pada tempatnya”, jelasnya.
Operasi penggalian data besar-besaran tersebut memungkinkan militer dapat melacak Ali Khamenei ke pertemuan rahasia di Teheran.
Mossad dan CIA juga sudah melacak para pejabat penting termasuk para jenderal Iran sedang dalam perjalanan ke pertemuan tersebut.
Menurut sumber-sumber tersebut, CIA juga memiliki informan manusia yang memberikan informasi penting.
Surat kabar New York Times melaporkan, AS dan Israel sebenarnya bermaksud untuk memulai perang melawan Iran pada Jumat malam, dengan menyerang Teheran di bawah kegelapan malam.
Tetapi menunda serangan pertama hingga Sabtu pagi, karena informasi intelijen yang memungkinkan eliminasi Khamenei.
“Waktu pelaksanaannya pada akhirnya ditentukan oleh keberhasilan intelijen yang luar biasa,” kata surat kabar itu.
Khamenei, yang telah memimpin Republik Islam sejak 1989, akhirnya tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu pagi, selama serangan pembuka kampanye AS-Israel menghantam Iran.
Laporan ekstensif mencatat keputusan Presiden AS, Donald Trump untuk berperang.
Trump memberikan “perintah resmi” serangan ke Iran, saat ia terbang ke Corpus Christi untuk menyampaikan pidato tentang energi.(P-Jeffry W)