Iran tuduh agen rahasia Israel, Mossad, bunuh para personil keamanan lapangan Iran

Jeffry Wuisan
Kamis, 12 Maret 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 12/3/26 (Teheran): Para pejabat Iran menuduh agen rahasia Israel, Mossad,  melancarkan operasi pembunuhan massal terhadap para personil keamanan lapangan rezim Iran.

Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan negara Iran,  melaporkan sedikitnya 10 orang tewas dalam serangan misterius semalam.

Tetapi sumber lain mengatakan jumlah korban jauh lebih tinggi, dengan sekitar 100 anggota Basij dan personel keamanan Iran tewas di pos-pos pemeriksaan di seluruh Teheran.

“Operasi ini adalah upaya bersama Mossad dan elemen-elemen monarki untuk menyusupkan teroris dan menyabotase negara,” kata sebuah sumber pejabat Iran, seperti dilaporkan kantor berita, Fars,  yang bersekutu dengan rezim mullah.

Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Kamis (12/3/26) dari sumber lain, menyebutkan militer Israel kini memang gencar melakukan serangan untuk menewaskan anggota pasukan keamanan Iran dan Basij.

Basij adalah milisi terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), yang beroperasi di jalanan melakukan pemeriksaan terhadap setiap warga.

Basij juga terlibat melakukan pembantaian terhadap puluhan ribu warga Iran yang melakukan aksi protes terhadap pemerintah Iran.

“Serangan pesawat tak berawak melenyapkan puluhan penegak hukum rezim Iran dalam hitungan menit”, kata sumber di Teheran Iran, seperti dirilis Ynet Global.

 

Serangan tak biasa

Media Iran melaporkan baru kali ini pesawat tak berawak (drone) Israel, melancarkan serangan tak biasa terhadap pos-pos pemeriksaan keamanan di beberapa lokasi di seluruh ibu kota Teheran sejak Rabu malam.

Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa titik di Teheran dan banyak personel keamanan ditemukan tewas.

Militer Iran dalam beberapa hari terakhir memang sengaja menurunkan pasukan Basij dan mendirikan pos pemeriksaan di jalan-jalan utama,  untuk membatasi pergerakan warga sipil di seluruh Teheran, setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan militer ke Iran.

Serangan pesawat tak berawak Israel itu menurut sumber, dimaksudkan untuk memberi sinyal kepada rezim Iran,  pasukan keamanan internalnya rentan, sekaligus menanamkan rasa takut di antara para anggota Basij, agar mereka jera melakukan penindasan terhadap warga sipil Iran.

Sebelum serangan tersebut, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyampaikan pidato kepada publik Iran.

“Dalam beberapa hari mendatang, kami akan menciptakan kondisi agar Anda dapat mengambil kendali atas nasib Anda sendiri. Impian Anda akan menjadi kenyataan. Ketika waktu yang tepat tiba—dan itu akan segera datang—kami akan menyerahkan tongkat estafet kepada Anda,” katanya.

Militer Israel dengan mudah menyerang para Basij Iran, karena bisa mengetahui pos-pos mereka lewat akses kamera jalanan Iran yang sudah disadap intelijen Israel.(dejreport)

 

Lewat kamera Iran

Sebuah sumber keamanan Israel mengatakan operasi baru yang menargetkan petugas Basij dan Entezami,  dilakukan dengan menggunakan kamera perkotaan Iran yang sudah disadap Israel.

Sumber itu mengungkapkan kamera-kamera keamanan di Iran telah lama disadap intelijen Israel sejak beberapa tahun lalu.

Laporan menyebutkan banyak pos pemeriksaan dan kendaraan petugas Basij dan Entezami diserang di Teheran, Karaj, Shiraz, Qazvin, dan Isfahan.

Mayat-mayat petugas Basij dan Entezami  banyak ditemukan terkapar di jalanan. Beberapa kendaraan yang dipakai petugas keamanan Iran juga hancur atau hangus terbakar.

Beberapa sumber melaporkan setelah serangan mematikan Israel itu, militer Iran tergesa-gesa membongkar sejumlah pos pemeriksaan dalam beberapa jam,  karena jumlah kematian dan korban para petugas keamanan Iran meningkat.

Laporan lapangan menunjukkan banyak petugas operasi penindasan Basij dan Entezami melarikan diri dan membongkar pos-pos mereka, setelah mendengar berita tentang militer Israel sudah menargetkan pos pemeriksaan di jalanan.

Menurut sumber-sumber  di lapangan, para petugas Basij dan Entezami Iran yang sebelumnya sangat garang, kini ketakutan menampakkan diri di jalanan. Mereka khawatir bisa menjadi korban serangan militer Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengumumkan puluhan jet tempur Angkatan Udara Israel, yang dipandu intelijen militer, juga telah melakukan gelombang serangan besar-besaran terhadap infrastruktur rezim di Teheran dan wilayah lain di Iran.

Menurut militer Israel, pesawat yang melakukan misi serangan mengidentifikasi personel di markas besar Pasukan Pengawal Revolusi Iran (IRGC) di jantung Teheran.

Dalam hitungan detik jet tempur Israel langsung mengebom lokasi tersebut, menewaskan orang-orang di dalamnya.

Operasi tersebut juga menargetkan markas dan pangkalan milik pasukan keamanan internal Iran dan Basij, bersama dengan markas intelijen rezim Iran.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025