Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan keterangannya di hadapan awak media usai menghadiri pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Jakarta, 4 Maret 2026. (dok. Sekretariat Kabinet)PRIORITAS, 6/3/2026 (Jakarta): Di tengah arus dinamika global yang kian kompleks dan sarat ketidakpastian, Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap menjadi jangkar utama Indonesia. Menurutnya, gelombang perubahan dunia yang cepat berpotensi memengaruhi stabilitas sosial jika tidak dihadapi dengan sikap kebangsaan yang kuat.
Ia menekankan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan fondasi penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan pembangunan nasional. Dengan menjaga kebersamaan di tengah perbedaan, Indonesia diyakini mampu tetap kokoh menghadapi tantangan global serta melangkah maju sebagai bangsa yang kuat dan berdaulat.
Ditekankan Presiden, persatuan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa sekaligus kunci menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional.
Dikutip dari keterangan pers di laman Sekretariat Negara, Sabtu (6/3/2026) menyebut hal penekanan Prabowo tersebut disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Ahmad Muzani, usai menghadiri pertemuan dengan Presiden di Istana Jakarta.
“Pesan khusus dari Presiden supaya kita semua, bangsa Indonesia, menjaga persatuan, menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir menurut cara pandang masing-masing dan itu berpotensi merusak keharmonisan kita dalam berbangsa dan bertanah air,” ujar Muzani kepada awak media.
Ia menegaskan, seluruh kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah saat ini tetap berlandaskan pada kepentingan nasional serta menjaga keutuhan negara.
“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi bangsa, demi menjaga persatuan, dan demi keutuhan Republik Indonesia,” tegasnya.
Muzani juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo sebelumnya menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh pemimpin nasional pada Selasa (3/3/2026) malam. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk bertukar pandangan terkait pembangunan bangsa.
Menurutnya, Presiden menerima berbagai pandangan dan masukan dengan terbuka sebagai bahan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.
“Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati dan menjadikannya referensi dalam pengambilan keputusan,” jelas Muzani.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo terus mendorong terciptanya ruang diskusi yang kolaboratif dan inklusif dalam penyelenggaraan negara. “Pada prinsipnya Presiden sangat terbuka terhadap pandangan dan pemikiran dari para pemimpin masyarakat serta pemimpin bangsa,” pungkasnya. (P-*/bwl)