Eskalasi konflik Iran vs AS-Israel, lebih dari 1.600 orang tewas

Zamir Ambia
Senin, 9 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/3/26 (Jakarta): Ketegangan militer antara Iran dan aliansi Amerika Serikat (AS) serta Israel dilaporkan semakin meluas hingga melibatkan 12 negara di kawasan Timur Tengah dan wilayah sekitarnya. Berdasarkan data terbaru per Senin (9/3/26) WIB, jumlah korban jiwa terus meningkat seiring serangan rudal dan drone yang masih berlangsung tanpa tanda mereda.

Pusat pertempuran masih terfokus di Iran dan Lebanon. Pemerintah di Teheran melaporkan sebanyak 1.255 orang tewas, sementara lebih dari 12.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara berskala besar. Situasi serupa juga terjadi di Lebanon yang menjadi garis depan konflik, dengan 394 korban jiwa dan lebih dari 1.000 warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Di sisi lain, Israel melaporkan 13 orang tewas dan hampir 2.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan balasan proyektil yang diluncurkan dari Teheran. Sementara itu, Amerika Serikat mengonfirmasi delapan personel militernya gugur, dengan 18 lainnya masih menjalani perawatan medis.

Negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS atau berada di jalur lintasan rudal turut terdampak secara fatal.

Korban 

  1. Iran: 1.255 tewas,12.000 luka
  2. Lebanon: 394 tewas, 1.000 lebih luka
  3. Israel:13 tewas, 2.000-an luka
  4. Amerika Serikat: 8 tewas, 18 luka
  5. Kuwait: 6 tewas, 35 luka
  6. Irak: 6 tewas, puluhan luka
  7. Uni Emirat Arab (UEA): 4 tewas, 112 luka
  8. Arab Saudi: 2 tewas, 12 luka
  9. Bahrain: 1 tewas, 40 luka
  10. Oman: 1 tewas, 5 luka
  11. Yordania: 14 luka
  12. Qatar: 16 luka.

Secara keseluruhan, konflik bersenjata yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat ini telah menimbulkan korban jiwa yang signifikan di berbagai negara di Timur Tengah. Mayoritas korban tercatat berada di Iran dan Lebanon yang menjadi pusat pertempuran, sementara sejumlah negara Teluk seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga terdampak akibat serangan rudal serta drone lintas wilayah.

Meluasnya korban di sedikitnya 12 negara menunjukkan, konflik ini telah berkembang menjadi krisis regional yang memicu kekhawatiran internasional terhadap potensi perang yang lebih luas di kawasan tersebut. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025