Ilustrasi ruang kantor yang kosong (Istimewa)PRIORITAS, 26/11/2025 (Jakarta): Forum Ekonomi Dunia (WEF) memperkirakan sekitar 15 jenis pekerjaan akan hilang dalam beberapa tahun ke depan akibat digitalisasi dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Bahkan dalam laporan Future of Work 2023 sebelumnya, WEF mencatat 83 juta pekerjaan terancam hilang pada periode 2023–2027, sementara 23 persen pekerjaan di seluruh industri diperkirakan berubah total dalam lima tahun ke depan.
Transformasi paling besar terjadi pada sektor media, hiburan, dan olahraga, yang diperkirakan mengalami perubahan hingga 32 persen. Adapun sektor pemerintahan, komunikasi digital, teknologi informasi, real estat, keuangan, serta transportasi dan rantai pasok juga menghadapi pergeseran sekitar 23 persen.
Meski sejumlah profesi hilang, WEF menegaskan bahwa banyak pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak perubahan teknologi, sehingga tenaga kerja perlu mempersiapkan diri dengan keterampilan baru untuk tetap relevan.
Dilansir CNBC Indonesia, berdasarkan laporan Future of Work 2023 berikut sejumlah daftar pekerjaan yang diperkirakan akan hilang:
1. Teller bank
2. Petugas pos
3. Kasir dan loket
4. Data entry
5. Sekretaris dan administrasi
6. Staf pencatat stok (stock-keeping)
7. Staf akuntansi, pembukuan, dan payroll
8. Legislator dan pejabat pemerintahan
9. Staf statistik, asuransi, dan keuangan
10. Sales door-to-door, pedagang kaki lima, dan penjual koran
11. Satpam
12. Manajer kredit dan pinjaman
13. Penyelidik dan pemeriksa klaim
14. Penguji software
15. Relationship manager
(P-*/bwl)
No Comments