
PRIORITAS, 5/7/2026 (Jakarta): Duo DJ dan produser musik Indonesia, DNA yang beranggotakan JayJax dan Mister Aloy resmi merilis album perdana bertajuk OURORA; sebagai tonggak baru perjalanan karier mereka di industri musik elektronik. Album yang dirilis pada 3 Juli 2026 ini menghadirkan 18 lagu dengan durasi total 1 jam 48 menit serta menampilkan eksplorasi berbagai genre, mulai dari Indo Bounce, techno, dirty dutch, drum and bass, trap, future house, hingga hip-hop.
OURORA; menjadi proyek terbesar DNA sejak merilis sejumlah single seperti Love Ya, Cowok Red Flag, dan Second Choice. Album ini dirancang untuk memperkenalkan identitas musikal DNA di luar penampilan mereka sebagai DJ di klub malam.
Mister Aloy menjelaskan proses penggarapan album dimulai sejak September 2023 dengan tujuan membangun karakter musik yang lebih luas sekaligus mengajak pendengar mengenal arah baru DNA.
“Dari dulu memang ingin merilis musik. Akhirnya kami mengeluarkan single secara bertahap yang nantinya masuk ke OURORA; dengan genre yang berbeda dari yang biasa kami mainkan di klub. Kami ingin memperlihatkan warna musik DNA sekaligus mengedukasi pendengar mengenai arah musik yang kami ambil,” ujar Mister Aloy.
Selain menghadirkan pengalaman musikal, OURORA; juga mengusung konsep visual yang kuat melalui ilustrasi sampul album karya Elsha Graciella. Artwork tersebut menggambarkan matahari terbit sebagai simbol perjalanan DNA menuju cita-cita, dipadukan dengan berbagai elemen yang merepresentasikan proses, perjuangan, serta kerja sama seluruh tim di balik album tersebut.
JayJax menyebut album penuh merupakan impian setiap musisi. Menurutnya, OURORA; berhasil memadukan lagu-lagu yang mudah diterima pasar dengan sisi idealisme musikal DNA.
“Merupakan mimpi semua musisi untuk bisa membuat album penuh. Kami sangat senang dengan hasil akhirnya karena komposisi lagu komersial dan idealisme kami terasa seimbang,” katanya.
Album ini melibatkan sejumlah kolaborator dari berbagai latar belakang musik, di antaranya PARKZ, QG, SYEQY, INDAHKUS, serta YB atau Reza Oktavian. Lagu Anomali menjadi salah satu sorotan karena menjadi lagu berbahasa Indonesia pertama YB yang dipadukan dengan nuansa trap dan elemen musik tradisional Jawa Timur.
Menjelang peluncuran album, DNA menggelar Press Conference dan Exclusive Listening Party di Jakarta yang juga menjadi pembuka rangkaian tur Indonesia mereka. Acara tersebut menghadirkan penampilan khusus, kesempatan mendengarkan album lebih awal bagi penggemar, serta peluncuran merchandise eksklusif berupa kaus, bandana, keychain, dan berbagai produk kolaborasi lainnya.
Melalui OURORA;, DNA berharap dapat memperkenalkan identitas musik mereka secara lebih utuh sekaligus mengajak pendengar menikmati warna baru di luar genre yang selama ini melekat pada nama mereka.
“Album ini adalah representasi diri kami yang sebenarnya. Kami ingin mengajak pendengar menikmati sisi lain DNA secara perlahan tanpa melupakan akar musik yang telah membesarkan kami,” tutup Mister Aloy. (P-*r/Dua Lingkaran/Gio R)