Presiden Prabowo saat memimpin pertemuan di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (4/3/2026). (BPMI Setpres)Presiden Tekankan Pentingnya Jaga Persatuan dan Kesatuan sebagai Kekuatan Bangsa
PRIORITAS, 5/3/2026 (Jakarta): Di tengah pusaran dinamika global yang kian tak menentu, Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa tidak boleh goyah sedikit pun.
Ia mengingatkan bahwa tantangan eksternal—baik geopolitik, ekonomi, maupun sosial—berpotensi merembet dan mengganggu keharmonisan masyarakat jika tidak disikapi dengan soliditas nasional yang kuat.
Menurutnya, persatuan merupakan fondasi utama dalam kehidupan berbangsa sekaligus kunci menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan nasional. Tanpa kohesi sosial dan semangat kebersamaan, agenda besar pembangunan akan sulit berjalan optimal.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga ruang dialog, memperkuat toleransi, serta menempatkan kepentingan bangsa di atas segala perbedaan. Pesan ini disampaikan Presiden melalui Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, usai menghadiri pertemuan dengan Presiden di Istana Jakarta.
“Pesan khusus dari Presiden supaya kita semua, bangsa Indonesia, menjaga persatuan, menjaga kekompakan, menjaga kebersamaan, karena situasi global seperti sekarang ini memudahkan masyarakat berpikir menurut cara pandang masing-masing dan itu berpotensi merusak keharmonisan kita, keakraban kita, dan kekompakan kita dalam berbangsa dan bertanah air,” ujar Muzani kepada awak media dikutip dari laman Sekretariat Negara, Kamis (5/3/2026).
Ia menegaskan, berbagai kebijakan dan langkah yang diambil pemerintah selama ini selalu berlandaskan kepentingan nasional serta diarahkan untuk menjaga keutuhan bangsa.
“Presiden selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya adalah demi bangsa, demi menjaga persatuan, demi menjaga keutuhan Republik Indonesia,” tegasnya.
Muzani juga mengungkapkan bahwa salah satu upaya memperkuat persatuan dilakukan melalui pertemuan Presiden dengan para tokoh dan pemimpin nasional yang digelar pada Selasa (3/3/2026) malam. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk bertukar pandangan dan masukan terkait arah pembangunan bangsa.
Menurutnya, Presiden menerima berbagai pandangan tersebut secara terbuka dan menjadikannya sebagai referensi dalam pengambilan kebijakan.
“Presiden menerima pandangan itu dengan senang hati, dan sebagai sebuah masukan yang oleh beliau dijadikan referensi dalam pengambilan keputusan,” jelas Muzani.
Ia menambahkan, Presiden Prabowo terus berupaya membangun ruang diskusi yang kolaboratif dan inklusif dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pada prinsipnya Presiden sangat terbuka terhadap pandangan dan pemikiran dari para pemimpin masyarakat maupun pemimpin bangsa,” pungkasnya. (P-*/bwl)