Awal tahun, Air Borneo dan  Mukhtara Air mengudara di langit Indonesia

Armin Mandika
Senin, 12 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 12/1/26 (Jakarta): Dunia penerbangan Indonesia di awal 2026 ini mendapat kabar gembira, dimana ada dua maskapai baru yang siap mengudara, yaitu Air Borneo dan Mukhtara Air.

Adapun Air Borneo bakal memperkuat mobilitas udara di kawasan Kalimantan. Sementara Mukhtara Air siap melayani penerbangan haji dan umrah.

Untuk Mukhtara Air adalah maskapai yang berbasis di Arab Saudi, di bawah naungan Manazil Al Mukhtara Company Holding. Mukhtara Air masuk ke Indonesia untuk mendukung mobilitas penerbangan haji dan umrah. Perjalanan haji dan umrah di Indonesia memang tinggi peminat.

Mukhtara Air sebetulnya telah menjejak langit Indonesia pada 28 November 2025. Pesawat tipe Airbus A230 tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta setelah terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab.

Sementara maskapai ini ditargetkan mulai resmi mengudara dan membuka layanan penerbangan komersialnya di Indonesia pada awal Januari 2026. Namun saat ini, maskapai tengah menunggu sertifikasi AOC (Air Operator Certificate).

Dikutip dari detik.com rencananya, Mukhtara Air akan melayani rute domestik (feeder) dan internasional termasuk Madinah dan Makkah. Mukhtara Air akan beroperasi dengan dua tipe pesawat, yaitu Airbus A320 dan Airbus A330.

Untuk ke depannya, maskapai itu menargetkan ada 10 unit pesawat baru di tahun berikutnya. Harapannya ada tambahan empat unit Airbus A320 dan empat unit Airbus A330 yang akan menambah dua pesawat sebelumnya.

“Kemudian next year, kita akan ada penambahan sekitar tiga, jadi 4 (unit) A320. Dan tambah 4 lagi (unit) A330. Jadi total kurang lebih 10 (pesawat),” kata Operating Director Mukhtara Air, Andik Setiawan.

Sedangkan Air Borneo adalah maskapai asal Kerajaan Sarawak. Maskapai ini baru saja diluncurkan oleh pemerintah Sarawak, Malaysia setelah mengakuisisi MASwings pada akhir Desember 2025. Seperti MukhtaraAir, Air Borneo juga berencana mulai mengudara di Indonesia pada Januari ini.

Untuk maskapai ini akan mengoperasikan rute penerbangan langsung menuju ke beberapa daerah di Pulau Kalimantan, termasuk penerbangan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Adapun penerbangan Air Borneo di Indonesia ini diklaim membuka peluang kolaborasi yang lebih besar antara Sarawak dan Indonesia.

“Kita dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara-ini adalah masa depan. Sesama di Borneo, kami bangga nantinya seluruh dunia akan datang ke Nusantara. Selain transportasi udara, kami juga sedang mengkaji pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan tiga negara, Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” urai  Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025