Presiden RI, Prabowo Subianto. (BPMI Setpres)Prabowo Siapkan Pelabuhan dan Bandara Koperasi Merah Putih
PRIORITAS, 17/2/2026 (Jakarta): Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan jalur ekspor yang lebih luas dan adil melalui pembangunan infrastruktur khusus bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dengan membuka akses langsung ke pelabuhan dan bandara, koperasi di seluruh Indonesia diharapkan tak lagi menjadi penonton di negeri sendiri, melainkan tampil sebagai pelaku utama dalam rantai perdagangan global.
Langkah itu bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi membuka pintu harapan baru bagi pelaku usaha desa menembus pasar dunia. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo dalam sambutannya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, akhir pekan lalu.
Prabowo menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem Koperasi Merah Putih telah mencapai tahap signifikan. Sebanyak 30.000 unit koperasi disiapkan menjadi fondasi baru rantai pasok nasional, lengkap dengan gudang, fasilitas pendingin (cold storage), hingga gerai layanan publik.
“Setiap koperasi punya gudang, cold storage, gerai farmasi desa murah, klinik desa, hingga layanan super micro financing untuk membantu menghilangkan peran rentenir,” ujar Prabowo seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Perekonomian, Minggu (15/2/2026).
Putus ketergantungan dari tengkulak
Model terintegrasi ini dirancang untuk memutus rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan petani, peternak, dan nelayan. Dengan sistem baru, para produsen dapat memasok langsung ke koperasi sehingga nilai tambah ekonomi lebih merata pada tingkat akar rumput.
Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah akan mempermudah regulasi ekspor bagi daerah yang memiliki potensi unggulan.
“Kalau dia mampu, kita permudah akses ekspor. Mereka bisa ekspor langsung. Kita buka pelabuhan dan lapangan terbang untuk ekspor langsung,” tegasnya.
KDKMP sebagai pusat layanan sosial
Selain fasilitas ekspor, Koperasi Merah Putih juga dirancang menjadi pusat layanan sosial dan finansial, termasuk gerai farmasi murah dan pembiayaan super mikro. Prabowo memastikan bahwa distribusi barang subsidi ke depan dilakukan melalui koperasi guna menghindari kebocoran dan meningkatkan ketepatan sasaran.
Program ini didanai melalui optimalisasi Dana Desa yang telah digelontorkan selama satu dekade terakhir.
Pada sisi fiskal, Prabowo menyebut pemerintah berhasil menghemat anggaran lebih dari Rp308 triliun pada tahun pertama, dialihkan dari belanja tidak produktif menuju program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.
Ia juga mengapresiasi Danantara Indonesia, yang dinilai mampu menghasilkan efisiensi hingga empat kali lipat dalam waktu kurang dari satu tahun.
Menutup arahannya, Prabowo menekankan konsep “Indonesia Incorporated” sebagai bentuk sinergi pelaku ekonomi besar dan kecil. “Kita terbuka untuk investasi dari mana pun. Yang besar tarik yang kecil, yang kuat dukung yang lemah. Kita akan bangkit bersama,” pungkasnya. (P-*/bwl)