Seorang influencer Filipina tewas setelah makan kepiting beracun. Kepiting yang banyak ditemukan di pesisir pantai Indo-Pasifik ini, memiliki racun saraf mematikan.(cyanmoat)PRIORITAS, 12/2/26 (Puerto Princesa): Seorang influencer (pembuat konten) kuliner di Filipina tewas setelah ingin mendapatkan popularitas di media sosial, dengan mengonsumsi kepiting setan beracun. Selain kepiting, ia juga memakan siput kerucut yang sangat beracun.
“Korban bernama Emma Amit (51 tahun), dilaporkan mengonsumsi kerang beracun untuk sebuah video media sosial”, lapor media Viral Press.
Para pejabat Filipina memperingatkan masyarakat untuk berhati-hati setelah seorang influencer makanan meninggal dunia akibat mengonsumsi kepiting dan kerang krustasea beracun.
Seperti dikutip Beritaproritas.com hari Kamis (12/2/2026), dalam klip tersebut, wanita pencinta kuliner itu dan teman-temannya terlihat baru memanen kerang di hutan bakau di dekat rumahnya di Puerto Princesa, sebuah kota pesisir di Palawan, Filipina.
Dalam video viral tersebut, Emma Amit terlihat melahap daging sebuah siput (kerang) lancip yang diambil dari belanga di panggangan api.
Kumpulan siput kecil dan kepiting yang dimasak dalam santan dikenal sebagai bagian dari hidangan Bouillabaisse makanan laut. Namun sayangnya siput dan kepiting yang ia makan sangat beracun.
Keesokan harinya, dia jatuh sakit parah akibat racun mematikan dari siput dan kepiting tersebut. Tetangga melaporkan dia kejang-kejang saat dibawa ke klinik setempat.
Ia kemudian dibawa ke rumah sakit setelah kesehatannya semakin memburuk, dengan bibir dan leher dilaporkan berubah menjadi biru tua saat ia tidak sadarkan diri.
Para petugas medis telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya, tetapi sia-sia karena ia meninggal pada tanggal 6 Februari, atau dua hari setelah mengonsumsi kepiting dan kerang tersebut.

Influencer Filipina, Emma Amit, juga memakan daging siput beracun. Ia tewas setelah dua hari menderita kesakitan dengan wajah bengkak dengan bibir dan leher membiru.(newyorkpost)
Racun saraf mematikan
Kepala desa Luzviminda, Laddy Gemang, mengirimkan petugas desa ke rumah Emma Amit untuk menyelidiki.
Mereka menemukan cangkang kepiting setan yang berwarna cerah dan rumah siput berserakan di antara sampah-sampahnya.
Sebagai penghuni terumbu karang di sekitar Indo-Pasifik, krustasea ini membawa campuran neurotoksin (racun saraf) mematikan.
Media New York Post, melaporkan racun pada mahluk tersebut termasuk saxitoxin dan tetrodotoxin. Racun yang sama ditemukan pada ikan buntal, menurut Smithsonian. Kepiting setan mengandung campuran neurotoksin mematikan.
Seorang warga dalam postingannya di X mengatakan siput kerucut laut yang diambil dan dimakan influencer Filipina itu dari dalam panci, sangat beracun.
“Saya pernah bertemu seseorang yang menginjaknya. Hampir meninggal. Dirawat di ICU selama berminggu-minggu. Akhirnya kakinya diamputasi”, kata Robbie Meriales.
Para pengunjung restoran atau masyarakat yang menemukan kepiting setan diingatkan untuk menghindari mengonsumsinya, karena kepiting yang “indah dipandang” itu akan membunuh dalam hitungan jam.

Siput lancip berwarna coklat dengan pola titik-titik putih seperti hati juga mengandung racun neurotoxin yang mematikan meski hanya terinjak di kaki.(amnh)
Nelayan berpengalaman
Gemang mengaku bingung dengan kematian Emma Amit, karena dia dan suaminya sama-sama merupakan nelayan berpengalaman.
“Ini sungguh menyedihkan karena seharusnya mereka tahu. Mereka tinggal di dekat laut, jadi saya yakin mereka tahu tentang kepiting setan yang berbahaya untuk dimakan. Jadi mengapa dia memakannya? Itulah yang membuat saya bingung”, katanya.
Mengingat insiden tragis tersebut, pejabat desa itu memperingatkan warga untuk tidak mengonsumsi makhluk laut yang mematikan.
“Jadi kepada warga Puerto Princesa, saya mendesak Anda untuk lebih waspada. Jangan makan kepiting setan berbahaya ini karena telah merenggut dua nyawa di kota kita. Jangan mempertaruhkan hidup Anda”, ujarnya memperingatkan.
Para pejabat setempat mengatakan mereka juga memantau teman-teman almarhum untuk mengetahui gejala-gejala yang mungkin muncul.
Tragedi itu mengejutkan seluruh komunitas desa dan temannya. Beverly Villanueva, menyebut kepergian Emma sangat mengejutkan dan tiba-tiba. “Kau seperti kakak perempuan bagiku. Aku akan selalu merindukanmu”, tulis Beverly.(P-Jeffry W)