Tampak depan Apple Store di Wina, Austria, yang menjadi salah satu pusat penjualan resmi produk Apple di Eropa. (Courtesy of Getty Images)PRIORITAS, 3/2/26 (Jakarta): Apple kembali bikin gebrakan di ranah kecerdasan buatan. Raksasa teknologi asal Cupertino itu dikabarkan resmi mengakuisisi Q.ai, sebuah startup AI berbasis di Israel yang fokus pada teknologi pembelajaran mesin dan pencitraan canggih.
Mengutip laporan Engadget, Apple memang tak membeberkan nilai transaksi secara terbuka. Namun sumber Financial Times menyebut nilai kesepakatan nyaris menyentuh 2 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp33 triliun.
Wakil Presiden Senior Apple untuk Teknologi Perangkat Keras, Johny Srouji, menilai Q.ai membawa pendekatan segar dalam pemanfaatan AI.
“Q.ai adalah perusahaan luar biasa yang memelopori cara-cara baru dan kreatif dalam memanfaatkan pencitraan dan pembelajaran mesin,” kata Johny Srouji, dikutip Selasa (3/2/26).
Meski belum mengungkap rencana detail pasca-akuisisi, arah pengembangan Apple dinilai bakal makin condong ke perangkat wearable berbasis AI. Indikasi ini terlihat dari rekam jejak teknologi yang dikembangkan Q.ai.
Financial Times mencatat, paten-paten Q.ai mengarah pada pemanfaatan teknologi AI di perangkat seperti headphone dan kacamata pintar.
“Paten yang diajukan Q.ai menunjukkan teknologinya digunakan pada headphone atau kacamata, dengan memanfaatkan ‘gerakan mikro kulit wajah’ untuk berkomunikasi tanpa berbicara,” tulis Financial Times.
Dalam kesepakatan ini, seluruh tim pendiri Q.ai, termasuk CEO Aviad Maizels, akan bergabung dengan Apple. Ini bukan kali pertama Maizels menjual perusahaannya ke Apple. Pada 2013, Apple juga mengakuisisi PrimeSense, perusahaan rintisan yang ia dirikan dan dikenal lewat teknologi sensor 3D.
Langkah ini memperkuat spekulasi bahwa Apple memilih jalur akuisisi untuk mengejar ketertinggalan di persaingan AI global. Dalam paparan kinerja keuangan kuartal ketiga Juli 2025, CEO Apple Tim Cook secara terbuka mengakui peluang tersebut.
“Kami terbuka terhadap M&A yang dapat mempercepat peta jalan kami,” ujar Tim Cook kala itu.
Menurut TechCrunch, Q.ai berdiri pada 2022 dan telah mengantongi pendanaan dari investor besar seperti Kleiner Perkins dan Gradient Ventures.
Kabar akuisisi ini mencuat hanya beberapa jam sebelum Apple merilis laporan keuangan kuartalan terbarunya.
Analis memproyeksikan pendapatan Apple mencapai sekitar 138 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan penjualan iPhone diperkirakan menjadi yang terkuat dalam empat tahun terakhir. (P-Khalied M)