Para ahli menemukan sejumlah buah dan sayur terpapar pestisida

Armin Mandika
Selasa, 13 Januari 2026
EKBIS 0 373
3 menit membaca

PRIORITAS, 131/26 (Jakarta): Salah satu zat kimia yang umum digunakan dalam industri pertanian adalah pestisida. Fungsinya untuk melindungi tanaman dari kerusakan yang disebabkan oleh serangga, tekanan gulma, dan penyakit.

Menurut Environmental Working Group (EWG) yang menganalisis ribuan sampel yang diuji oleh USDA (United States Department of Agriculture) merangkum daftar ‘Dirty Dozen’ alias kelompok 12 buah dan sayur dengan tingkat residu pestisida tertinggi.

Walaupun EWG mengklaim daftar ini dapat membantu konsumen menghindari paparan pestisida yang tidak perlu, beberapa ahli termasuk ilmuwan pangan juga berpendapat bahwa daftar tersebut justru membuat masyarakat enggan mengonsumsi makanan sehat.

Tidak sedikit ahli berpendapat bahwa paparan pestisida yang berkelanjutan bahkan dalam dosis kecil, dapat terakumulasi di dalam tubuh seiring waktu dan menyebabkan kondisi kesehatan kronis.

Juga terdapat kekhawatiran bahwa batas aman yang ditetapkan oleh badan pengatur tidak mempertimbangkan risiko kesehatan yang terkait dengan mengonsumsi lebih dari satu pestisida sekaligus.

Karena itu penting untuk mengetahui buah dan sayuran yang tepat guna mengurangi paparan pestisida.

Selanjutnya daftar buah dan sayuran ‘kotor’ yang mengandung residu pestisida mengutip Healthline sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia.

  1. Stroberi

Buah stroberi secara konsisten menduduki puncak daftar Dirty Dozen. Tahun 2023, EWG menemukan 30 persen dari semua sampel stroberi mengandung sepuluh atau lebih residu pestisida.

  1. Bayam

Ternyata 76 persen sampel bayam mengandung residu pestisida, termasuk permetrin, insektisida neurotoksik yang sangat beracun bagi hewan.

  1. Kale, sawi, dan sawi hijau.

Sebanya 86 persen dari semua sampel sayuran berdaun hijau ditemukan mengandung dua atau lebih residu pestisida, termasuk neurotoksin imidakloprid, bifentrin, dan sipermetrin.

  1. Persik

Kurang lebih 99 persen buah persik yang diuji oleh EWG mengandung residu pestisida, dengan 65 persen mengandung setidaknya empat residu.

  1. Pir

Ternyata lebih dari 63 persen pir yang diuji oleh EWG mengandung residu dari lima atau lebih pestisida.

  1. Nektarin

Pihak EWG mendeteksi residu pada hampir 94 persen sampel nektarin, dengan satu sampel mengandung lebih dari 15 residu pestisida yang berbeda.

  1. Apel

Selanjutnya EWG mendeteksi residu pestisida pada 90 persen sampel apel. Terlebih lagi, 80 persen apel yang diuji mengandung jejak difenilamin, pestisida yang dilarang di Eropa.

  1. Anggur

Buah anggur konvensional merupakan makanan pokok dalam daftar Dirty Dozen, dengan lebih dari 96 persen dinyatakan positif mengandung residu pestisida.

  1. Paprika dan cabai

Buah paprika manis mengandung lebih sedikit residu pestisida dibandingkan buah dan sayuran lainnya. Namun, EWG memperingatkan bahwa pestisida yang digunakan pada paprika manis cenderung lebih beracun bagi kesehatan manusia.

  1. Ceri

Selanjutnya EWG mendeteksi rata-rata lima residu pestisida pada sampel ceri, termasuk pestisida yang disebut iprodione, yang dilarang di Eropa.

  1. Blueberry

Kemudian EWG menemukan bahwa 90 persen blueberry mengandung residu pestisida, dengan 80 persen mengandung dua atau lebih residu.

  1. Kacang hijau

Pihak EWG menambahkan kacang hijau ke dalam daftar Dirty Dozen setelah menemukan bahwa 90 persen sampel mengandung pestisida, termasuk asefat, neurotoksin yang dilarang oleh EPA pada tahun 2011.

“Buah dan sayuran memang menyerap sejumlah kecil pestisida, yang dianggap sebagai bagian dari [MRL],” ujar Jian Zhao associate professor di Universitas New South Wales.

Cuci dengan air

Sementara Julian Cox, profesor mikrobiologi pangan di Universitas New South Wales mengatakan bahwa mencuci produk segar dapat mengurangi risiko paparan pestisida.

“Mencuci dengan air akan mengurangi risiko dan tindakan fisik mencuci itu sendiri akan membantu memindahkan material dari permukaan, baik itu serangga, tanah, atau residu kimia,” ujarnya.

Walaupun mencuci buah dan sayuran sebelum dikonsumsi sangat dianjurkan, faktanya tidak semua pestisida dapat luruh dengan mudah, terutama dari buah yang bentuknya lebih kecil dan ringkih, seperti blueberry atau raspberry.

Sedangkan ahli pangan dan nutrisi Emma Beckett mengatakan dia biasa membersihkan raspberry dengan mencelupkannya ke dalam campuran vinegar dan air.

“Jika tidak, Anda hanya akan memindahkan kuman dari tangan ke benda yang Anda sedang cuci,” ucapnya. (P-*r/am)

 

 

 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025