BGN tegaskan guru berhak terima MBG pada pelaksanaan perdana 2026

Zamir Ambia
Kamis, 8 Januari 2026
HUMANIORA NEWS 0 453
2 menit membaca

PRIORITAS, 8/1/26 (Jakarta): Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan di sekolah pada awal 2026. Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan guru juga berhak menerima MBG, menyusul masih ditemukannya sekolah yang belum menyalurkan makanan tersebut kepada tenaga pendidik.

Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang, saat meninjau pelaksanaan MBG hari pertama 2026 di SMK Negeri 1 Jakarta, Kamis, menyampaikan ketentuan pemberian MBG bagi guru telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang perluasan penerima MBG.

“Semua guru harus dapat ya, sudah tertuang dalam Perpres, masa’ di sekolah ini belum dapat? Harus dijalankan ya, semua tenaga pendidik, termasuk mau itu tenaga kebersihan, yang menyapu, tenaga Tata Usaha (TU) juga harus dapat,” imbuhnya menegur Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang juga turut hadir di lokasi.

Selain itu, Nanik juga menyarankan agar tiap SPPG lebih kreatif memberikan menu makanan, utamanya ikan yang proteinnya sangat dibutuhkan bagi siswa sekolah.

“Mungkin mereka ingin ikan lele, jangan telur terus, karena kalau permintaannya banyak harganya bisa naik, jaga supaya enggak naik maka ganti jadi ikan,” ujar dia.

Dipastikan agar jalan

Nanik menyatakan akan kembali mengunjungi SMKN 1 Jakarta pada pekan depan untuk memastikan penyaluran MBG kepada para guru telah berjalan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Minggu depan saya ke sini lagi, tolong ya benar-benar diberikan untuk guru,” ucapnya.

Saat berinteraksi dengan salah satu siswa Kelas X Teknik Konstruksi Perumahan (TKP), Jihan, Nanik mendapati siswa tersebut menangis terharu karena mendapatkan MBG.

“Enggak apa-apa, makanya setelah dapat MBG ini harus lebih semangat lagi sekolahnya, ya!” ucap Nanik sembari mengusap bahu siswi tersebut.

Kepala SPPG Kemayoran II Jakarta Pusat, Adiwiyata Bima Saraswata, selaku penanggung jawab penyaluran MBG di SMK Negeri 1 Jakarta, menyampaikan pihaknya akan segera memperluas distribusi MBG tidak hanya kepada siswa, tetapi juga mencakup guru, staf tata usaha, serta petugas kebersihan.

BGN mencatat, sepanjang 2025 telah berdiri 19.188 SPPG di berbagai wilayah Indonesia dengan total penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang, meliputi pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kepala BGN Dadan Hindayana menargetkan jumlah penerima manfaat meningkat menjadi 82,9 juta orang pada Februari 2026. (P-*r/Zamir Ambia) 

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025