Lahir di tengah laut, kisah Asmidar di atas KMP Lome

Johanes Christiaan
Selasa, 6 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 6/1/2026 (Batam): Di tengah perairan Batam saat ombak menggoyang pelan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Lome yang tengah melaju dari Mengkapan–Tanjung Buton menuju Pelabuhan Telaga Punggur, terjadi sebuah peristiwa luar biasa.

Asmidar (38), warga Batu Aji, tak menyangka perjalanan laut pada Sabtu (3/1/2026) sore itu akan menjadi momen paling bersejarah dalam hidupnya. Di tengah pelayaran, kontraksi semakin kuat. Waktu tak memberi banyak pilihan. Sang bayi pun memutuskan hadir ke dunia—di atas kapal, di tengah laut.

Situasi darurat itu segera menyita perhatian awak kapal. Tanpa panik, tim medis dan kru KMP Lome bergerak cepat. Ruang seadanya disiapkan, peralatan darurat dikeluarkan. Di tengah goyangan kapal, seorang bayi perempuan akhirnya lahir dengan selamat.

Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, dalam keterangannya diterima Selasa (6/1/26) mengatakan bahwa kesiapsiagaan awak kapal menjadi kunci utama keselamatan ibu dan bayi.

“Begitu mengetahui adanya persalinan, tim medis kapal langsung memberikan pertolongan pertama. Alhamdulillah prosesnya berjalan dengan baik,” ujar Takwim dalam keterangannya.

Koordinasi lintas instansi pun dilakukan. Balai Karantina, KSOP Khusus Batam, dan kepolisian sempat merencanakan evakuasi medis menggunakan kapal patroli, dengan titik penurunan di Pelabuhan Nongsa Point Marina.

Namun alam kembali menentukan. Cuaca buruk di perairan Batam membuat rencana tersebut urung dilaksanakan. Keselamatan menjadi pertimbangan utama. “Karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, diputuskan kapal melanjutkan pelayaran hingga Telaga Punggur,” jelas Takwim.

Ketika KMP Lome akhirnya merapat di Pelabuhan Telaga Punggur, sebuah ambulans telah menunggu. Asmidar, yang masih lemah usai melahirkan, bersama bayi perempuannya segera dievakuasi menuju Rumah Sakit Sudarsono untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Di tengah riuh rendah aktivitas pelabuhan, kisah kelahiran ini menjadi pengingat bahwa kehidupan bisa hadir di mana saja—bahkan di tengah laut. Peristiwa tersebut juga menegaskan solidnya kerja sama awak kapal dan instansi terkait dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus menghadirkan secercah haru di jalur pelayaran Batam.(P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025