PRIORITAS, 1/1/26 (Jakarta): Menjelang tutup buku APBN 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku susah tidur. Pasalnya, di tahun pertama menjabat sebagai Menkeu, Purbaya harus menghadapi risiko pelebaran defisit.
“Saya pikir kalau Menteri Keuangan 31 Desember sudah tenang, rupanya belum tuh. Semalam saja saya enggak bisa tidur, uangnya masuk nggak ya, uangnya masuk nggak ya? Defisitnya bisa melebar,” kata Purbaya dalam media briefing di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/25) seperti dilansir dari CNN Indonesia.
Dikatakannya, penerimaan pajak tahun ini diperkirakan tak mencapai target. Ia menyebut sejumlah faktor membuat realisasi penerimaan pajak pada 2025 tidak mencapai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Adanya kondisi ekonomi yang melemah pada sebagian besar tahun ini menjadi alasan utama pemerintah mengambil pendekatan yang lebih hati-hati dalam penarikan pajak.
“Pajak seperti yang Anda lihat sebelum-sebelumnya, berada di bawah target yang di APBN, jadi kita enggak memungkiri itu kan, karena ekonomi jelek beberapa bulan sebelumnya, sembilan bulan pertama tahun ini,” ungkapnya.
Dijelaskan Purbaya, pemerintah secara sadar menunda sejumlah upaya penarikan pajak karena menilai langkah tersebut justru berpotensi memperburuk kondisi ekonomi jika dilakukan saat aktivitas usaha belum sepenuhnya pulih.
“Terus, ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus, kan percuma juga kalau saya kerjakan juga akan enggak masuk juga uangnya, malah memperburuk ekonomi,” katanya.
Menurut Purbaya kebijakan fiskal pada 2025 lebih diarahkan pada pendekatan counter cyclical, yakni menjaga agar beban terhadap perekonomian tidak terlalu berat di tengah proses pemulihan.
Dikatakannya, pemerintah memilih untuk tidak menekan dunia usaha dan masyarakat secara berlebihan agar pemulihan ekonomi yang mulai berjalan dapat terus berlanjut.
“Jadi kita lakukan kebanyakan counter cyclical yang secara enggak langsung nih, di mana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan, sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus,” ucapnya. (P-*r/am)