Warga muslim Somaliland elu-elukan Israel dan PM Netanyahu ibarat pahlawan

Jeffry Wuisan
Sabtu, 27 Desember 2025
6 menit membaca

PRIORITAS, 27/12/25 (Hargeisa): Warga muslim Somaliland mengelu-elukan Israel dan Perdana Menteri Netanyahu ibarat pahlawan, setelah Israel itu mengakui Somaliland sebagai negara merdeka.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Sabtu (27/12/25), ini menjadi dukungan publik yang jarang terjadi bagi Israel di masyarakat mayoritas Muslim.

Kerumunan orang turun ke jalan-jalan di Somaliland dengan bendera Israel dan kembang api setelah adanya pengakuan Israel tersebut.

Bendera Israel dalam proyeksi video bahkan berkibar di gedung-gedung di ibukota Somaliland, Hargesia, rilis media Ynetnews.

Di jalanan ribuan warga bersorak-sorai meneriakan pujian kepada Israel,  yang menjadi negara anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pertama mengakui Somaliland.

Warga Somaliland yang mayoritas muslim menilai sikap resmi Israel dan PM Netanyuhu itu,  menandai sebuah bentuk dukungan nyata bagi negara mereka untuk hidup merdeka menjadi lebih baik.

Perayaan di Somaliland menjadi viral di berbagai media sosial seperti X, Facebook, TikTok dan Telegram, menyiarkan kerumunan orang membanjiri jalan-jalan Hargeisa.

“Kerumunan yang gembira berkumpul di pusat kota Hargeisa untuk merayakan pengakuan bersejarah Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat oleh Israel, negara pertama yang melakukannya pada hari yang penting ini”, kata warga Somaliland, Abdiweli Mohamed jama di X (@inamakhtal).

Rakyat Somaliland telah merayakan pengakuan kembali negara mereka, dan kami menghargai pemerintah Israel yang hebat”, ujar warga lain (@MiddleEast_24).

Warga Somaliland membawa bendera Israel saat perayaan di ibukota, Hargeisa.(@yousufgiire)

Kibarkan bendera Israel

Warga mengibarkan bendera Israel dan Somaliland, bernyanyi, dan merayakan keputusan bersejarah Israel untuk mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.

Ini sebuah langkah yang menandai terobosan diplomatik bagi wilayah yang memerintah sendiri dan mengirimkan sinyal politik yang kuat di seluruh Tanduk Afrika.

Video-video yang beredar dari ibu kota Somaliland menunjukkan orang-orang berkumpul di pusat kota, beberapa di antaranya mengenakan bendera Israel dan yang lainnya mengibarkannya dari balkon dan atap rumah.

Dalam satu klip, bendera Israel dipajang dengan mencolok di sejumlah gedung yang menghadap jalan yang ramai, sementara musik diputar dan para warga menari hingga larut malam.

Adegan-adegan tersebut mencerminkan tampilan antusiasme publik yang langka terhadap Israel di masyarakat mayoritas Muslim dan menggarisbawahi pentingnya momen tersebut bagi warga Somaliland.

Somaliland resmi telah memisahkan diri dari Somalia pada tahun 1991, tetapi telah lama berjuang untuk mendapatkan legitimasi internasional.

Perdana Menteri Israel,  Benjamin Netanyahu, mengatakan ia mendeklarasikan pengakuan resmi itu dengan tujuan agar negara dan warga Somaliland menjadi merdeka dan sejahtera.

“Hari ini saya mengumumkan pengakuan resmi Republik Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat. Saya berharap rakyat Somaliland sukses dan sejahtera”, kata Netanyahu di X.

Ia mengucapkan selamat kepada Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdallah, dan memuji kepemimpinan serta komitmennya,  dalam mempromosikan stabilitas dan perdamaian. “Saya mengundang Presiden untuk melakukan kunjungan resmi ke Israel”, lanjutnya.

Bergabung dengan Israel

Presiden Republik Somaliland, Abdallah, mengatakan pengakuan Israel tersebut menjadi peristiwa penting bersejarah di dunia.

“Ini adalah momen bersejarah karena kami menyambut dengan hangat pengakuan, Perdana Menteri Negara Israel, Netanyahu, terhadap Republik Somaliland. Somaliland akan bergabung dengan Israel dalam Kesepakatan Abraham (Abraham Accord)”, katanya.

Presiden Somaliland, Abdirahman Mohamed Abdalah dan PM Israel Benjamin Netanyahu (ynetnews)

Menurut dia, langkah ini menandai awal dari kemitraan strategis yang memajukan kepentingan bersama, memperkuat perdamaian dan keamanan regional.

Selain itu, katanya, hal tersebut memberikan manfaat bersama kepada semua pemangku kepentingan, tanpa merugikan pihak mana pun.

Para pejabat Somaliland juga mengatakan pengakuan Israel tersebut,  akan membuka jalan bagi hubungan diplomatik, dengan harapan kerja sama akan meluas di bidang keamanan, teknologi, pertanian, dan perdagangan.

Bagi banyak penduduk Somaliland, pengakuan ini dipandang bukan hanya sebagai pencapaian diplomatik, tetapi juga sebagai validasi yang telah lama ditunggu-tunggu.

“Ini tentang martabat dan pengakuan. Kami telah membangun negara, menjaga stabilitas dan demokrasi, dan hari ini dunia akhirnya mulai melihat kami,” kata seorang aktivis lokal dalam sebuah video yang dibagikan secara daring.

Langkah strategis

Para pejabat Israel menggambarkan hal tersebut sebagai pengakuan terhadap realitas sekaligus langkah strategis.

Negara Somaliland berada di sepanjang Teluk Aden, dekat jalur maritim utama dan di seberang wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman, telah menjadikannya mitra geopolitik yang penting.

Sumber-sumber Israel mengakui keterlibatan diam-diam selama bertahun-tahun, termasuk kontak intelijen dan diplomatik di balik layar, telah meletakkan dasar bagi pengumuman pengakuan Israel terhadap Somaliland secara terbuka.

Perayaan publik di negara baru Somaliland tersebut sangat kontras dengan reaksi di tempat lain di kawasan Afrika itu.

Negara Somalia yang bertetangga dengan Somaliland,  sebaliknya mengutuk keputusan Israel dan menegaskan Somaliland tetap menjadi bagian dari wilayah kedaulatannya.

Turki yang telah lama menjadi ‘musuh bebuyutan’ dan Mesir juga mengeluarkan pernyataan yang menolak langkah Israel tersebut.

Meski begitu, apapun komentar negatif dari negara lain tidak membendung kegembiraan rakyat Somaliland.

Di ibukota Hargeisa, suasananya jelas penuh kebahagiaan saat kembang api menerangi langit malam dan sorak-sorai bergema di jalanan.

Umumnya warga Somaliland menilai mengatakan pengakuan Israel itu terasa seperti titik balik. “Ini baru permulaan. Hari ini, kita dilihat (dunia internasional),” kata seorang peserta yang mengenakan pakaian biru dan putih seperti bendera Israel.

Warga Somaliland memakai bendera Israel sebagai bentuk terima kasih atas dukungan kemerdekaan negaranya.(@eliafriatisr)

Bangsa cinta damai

Pakar Emirat di bidang urusan strategis dan politik Timur Tengah, Amjad Taha, mengatakan Somaliland baru saja mengubah Afrika.

“Inilah Somaliland. Bangsa yang berani dan cinta damai ini layak mendapatkan rasa hormat dan pengakuan dari Amerika Serikat, bukan hanya dari Israel. Ini adalah momen bersejarah bagi Afrika dan dunia Muslim, bukan hanya bagi Somaliland”, katanya.

Menurut dia, Somaliland mencerminkan keberanian sebuah bangsa demokratis dan beradab yang percaya pada pengakuan timbal balik antar negara.

“Bukan pada penculikan bayi seperti yang dilakukan teroris Hamas di Gaza, dan bukan pada pembunuhan massal dua juta orang Kristen seperti yang dilakukan tentara pimpinan Ikhwanul Muslimin Sudan. Jadikan Somaliland Hebat Kembali. Make Somaliland Great Again (MSGA).Inilah wujud kepemimpinan sejati”, ujarnya.

Sebenarnya Somaliland telah menjadi wilayah yang terpisah dari Somalia sejak akhir tahun 1800-an.  Wilayah ini merupakan protektorat Inggris hingga tahun 1960. Namun negara-negara di dunia belum mengakuinya.

Amerika Serikat sendiri dikabarkan masih khawatir pengakuan terhadap Somaliland akan membuat hubungan tidak stabil dengan Somalia, negara-negara Afrika lainnya, dan Uni Afrika.

Selain itu, AS tak ingin keberpihakannnya kepada Somaliland dapat semakin memperbesar eskalasi konflik yang masih berlangsung di Somalia.

Hanya Israel satu-satunya yang berani mengambil ‘resiko’ mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat.(P-Jeffry W).

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025