Pondok Natal Meriah di Perbatasan RI–PNG. (tangkapan layar IG yonif_751vjs)PRIORITAS, 21/12/2025 (Pegunungan Bintang): Di tengah sunyi dan rimbunnya hutan Pegunungan Bintang, Papua, cahaya kecil tampak menyala hangat. Lampu-lampu Natal berkelip di sebuah pondok sederhana yang dibangun oleh prajurit Pos Mimin Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 751/Vira Jaya Sakti (VJS). Cahaya itu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol harapan, sukacita, dan iman di wilayah perbatasan.
Dikutip dari IG yonif_751vjs, Minggu (21/12/25), dalam keterangan disebutkan pondok Natal yang dibangun Jumat akhir pekan tersebut sebagai upaya menghidupkan suasana Hari Raya Natal bagi prajurit dan masyarakat sekitar.
Di tengah keterbatasan sarana dan jauhnya akses, para prajurit bahu-membahu menyiapkan pondok secara bertahap, mulai dari penentuan lokasi, pembuatan rangka, penataan area, hingga pemasangan ornamen dan lampu penerangan.
Kebersamaan menjadi warna utama dalam proses pembangunan. Di sela tugas pengamanan wilayah perbatasan, para prajurit menyempatkan diri menata setiap sudut pondok dengan penuh ketulusan. Pondok ini nantinya akan digunakan sebagai tempat kegiatan rohani, doa bersama, serta ruang kebersamaan menjelang perayaan Natal.
Danpos Mimin, Letda Inf Agustinus Dabi, menuturkan bahwa perayaan Natal di pos dilaksanakan secara sederhana namun sarat makna. Menurutnya, Natal bukan tentang kemewahan, melainkan tentang kebersamaan, ketulusan, dan semangat berbagi di tengah keterbatasan.
“Melalui pondok Natal ini, kami ingin menghadirkan suasana sukacita, memperkuat iman, dan menyalakan harapan, baik bagi prajurit maupun masyarakat sekitar,” ujarnya.
Lebih dari sekadar dekorasi, pondok Natal ini menjadi simbol kehadiran negara di wilayah perbatasan. Kehangatan cahaya yang menyala di tengah gelapnya pegunungan mencerminkan komitmen Satgas Yonif 751/VJS untuk terus hadir bersama rakyat, menjaga keamanan sekaligus menumbuhkan suasana damai dan rukun.
Di Pegunungan Bintang, Natal dirayakan dengan kesederhanaan. Namun justru dari kesederhanaan itulah makna Natal terasa lebih dalam—sebuah cahaya harapan yang menyala, menembus dingin dan sunyi, membawa pesan kasih dan persaudaraan di tapal batas negeri. (P-jk/bwl)