
Gedung Kementerian Pekerjaan Umum di Jakarta. (Antara)PRIORITAS, 26/9/26 (Jakarta): Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan anggaran Rp114,59 triliun di tahun 2027. Anggaran tersebut mendukung pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan produktivitas, investasi, dan penguatan industri.

Kementerian PU mengarahkan anggaran itu untuk memperkuat infrastruktur dasar. Pemerintah juga mendorong pembangunan agar mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan peningkatan produktivitas perlu berjalan bersama perbaikan kualitas layanan infrastruktur. Menurutnya, infrastruktur memadai menjadi fondasi kegiatan produksi, investasi, dan pengembangan industri.
“Air minum dan irigasi harus tersedia untuk mendukung pertanian, jalan dan jembatan harus mampu menghubungkan sentra-sentra produksi dengan pasar, serta layanan dasar harus berfungsi dan mendukung kawasan berkembang secara lebih baik,” ucap Dody dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Jumat (25/9/26).

Kementerian PU memperoleh alokasi Rp114,59 triliun pada 2027. Anggaran itu terbagi ke dalam lima bidang utama.
Bina Marga mendapat Rp37,30 triliun. Prasarana Strategis memperoleh Rp32,57 triliun. Sumber Daya Air mendapat Rp30,66 triliun.
Sementara itu, Cipta Karya memperoleh Rp12,15 triliun. Dukungan manajemen dan teknis mendapat alokasi Rp1,91 triliun.
Menurut Dody, pembangunan jalan dan jembatan menjadi instrumen untuk memperkuat konektivitas. Infrastruktur tersebut menghubungkan sentra produksi dengan pasar.
Konektivitas yang semakin baik dapat memperlancar distribusi barang. Kondisi itu juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Pada 2027, Bina Marga menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 198,79 kilometer. Program tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 870,87 kilometer.
Kementerian PU menargetkan pembangunan dan penggantian jembatan sepanjang 2.597,38 meter. Pemerintah juga menyiapkan preservasi jembatan sepanjang 16.926 meter.
Program lainnya mencakup pembangunan flyover dan underpass sepanjang 473,90 meter. Kementerian PU juga menargetkan pembangunan jalan tol sepanjang 12,26 kilometer.
Kementerian PU mengalokasikan Rp30,66 triliun untuk bidang Sumber Daya Air. Anggaran tersebut mendukung ketahanan air dan produktivitas sektor pertanian.
Programnya mencakup pembangunan jaringan irigasi seluas 451 hektare. Pemerintah juga menargetkan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 47.671 hektare.
Selain itu, Kementerian PU menargetkan pengendalian banjir sungai dan muara sepanjang 27,06 kilometer. Program tersebut juga mencakup pengamanan pantai sepanjang 6,60 kilometer.
Kementerian PU turut menargetkan penambahan kapasitas air baku sebesar 0,78 meter kubik per detik.
Pada bidang Cipta Karya, Kementerian PU memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar. Programnya mencakup pembangunan dan peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar 650 liter per detik.
Pemerintah juga menargetkan perluasan SPAM untuk 5.000 sambungan rumah. Selain itu, program tersebut mencakup pengelolaan air limbah sebanyak enam unit dan persampahan sebanyak 10 unit.
Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan bangunan gedung seluas 31.757 meter persegi.
Kementerian PU turut memperkuat pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat pada 2027. Program tersebut mencakup 13.296 lokasi P3-TGAI dan pembangunan 128 unit jembatan gantung.
Pada bidang Cipta Karya, pemerintah menargetkan pembangunan di 3.246 lokasi. Program tersebut terdiri atas PISEW, Pamsimas, Sanimas, Sanitasi LPK, dan TPS3R.
Dody mengatakan kebutuhan pembangunan infrastruktur masih sangat besar. Karena itu, Kementerian PU akan mengelola anggaran 2027 secara cermat.
“Kami sangat menyadari bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur masih sangat besar. Oleh karena itu, setiap alokasi harus kami kelola secara cermat agar mampu memberikan manfaat yang maksimal bagi seluruh masyarakat Indonesia,” katanya. (P-*r/Zamir Ambia)

