
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (tengah) di sela kunjungan kerja di Poltekpar Makassar, Sulsel, Sabtu (19/9/2026). (ANTARA/Suriani Mappong). PRIORITAS, 20/9/26 (Jakarta): Harga tiket pesawat yang melambung tinggi kini menjadi perhatian serius pemerintah. Oleh karena itu, skema subsidi penerbangan dan paket bundling wisata siap meluncur demi menjaga pertumbuhan pariwisata nasional.

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menegaskan bahwa persoalan ini berkaitan langsung dengan aksesibilitas ke berbagai destinasi.”Persoalan harga tiket pesawat menjadi perhatian pemerintah, karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat terhadap berbagai destinasi wisata di Indonesia. Karena itu, Kemenpar menyiapkan sejumlah strategi,” kata Ni Luh Puspa di Makassar, Sabtu (19/9/2026).
Selanjutnya, pihak Kemenpar terus berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian Perhubungan. Sebab, penentuan regulasi harga tiket berada di bawah kewenangan Kemenhub dan mendapat atensi langsung dari Presiden.
Selain itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa keterlibatan aktif pelaku industri penerbangan.

Di sisi lain, Kemenpar menawarkan skema bundling antara tiket perjalanan dengan produk wisata. Langkah ini diharapkan memberikan pilihan liburan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Sebenarnya, pemerintah sudah memberikan insentif pajak penerbangan domestik kelas ekonomi pada 2026. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 24 Tahun 2026, pemerintah menanggung PPN angkutan udara kelas ekonomi.
Namun, tekanan biaya penerbangan tetap tinggi akibat lonjakan harga avtur. Kemenhub bahkan menaikkan batas maksimal fuel surcharge penerbangan domestik menjadi 40 persen pada September 2026. Akibatnya, harga tiket pesawat naik rata-rata sekitar delapan persen.
Meskipun menghadapi tantangan biaya transportasi, kinerja pariwisata Indonesia masih mencatatkan tren positif. Hingga Juli 2026, kunjungan wisatawan mancanegara berhasil menembus angka 8,98 juta kunjungan.
Oleh sebab itu, Kemenpar optimistis pertumbuhan ini akan terus berlanjut. Pihaknya konsisten memperkuat wisata nusantara, mengembangkan desa wisata, serta memperluas promosi destinasi lokal. (P-*Ant/Gio R)

