AS dan Brasil kini terlibat perang diplomatik

Jeffry Wuisan
Rabu, 5 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/8/26 (Washington): Perang diplomatik Amerika Serikat (AS) dan Brasil kini pecah setelah kedua negara ‘bertikai’ soal penempatan Duta Besar.


Media Deutsche Welle (DW) dalam laporan terbaru menyebutkan, Gedung Putih akhirnya mencabut visa duta besar Brasil untuk AS, Maria Luiza Ribeiro Viotti, hari Selasa waktu setempat.

Dengan pencabutan visa itu, berarti status hukum dan izin tinggal resminya diakhiri, sehingga ia harus segera meninggalkan negara AS.

Langkah AS tersebut merupakan respons terhadap penundaan persetujuan diplomatik resmi dari Brasil terhadap duta besar AS untuk Brasilia, Daniel Perez dan penolakan visa kepada beberapa diplomat AS.


Sumber-sumber di Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada media, Brasil menolak memberikan visa kepada dua diplomat Amerika yang ingin mengunjungi Brasil menjelang pemilihan umum mendatang.

AS juga menuduh pemerintah Brasil menghambat Duta Besar pilihan Presiden Donald Trump untuk negara Amerika Selatan tersebut.

Para pejabat Departemen Luar Negeri AS mengisyaratkan keputusan tersebut dapat dengan cepat dibatalkan, jika Brasil mengambil tindakan yang tepat dan menerima pilihan duta besar Trump.

Associated Press mengutip seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang mengatakan dengan syarat anonim, meskipun visanya dicabut, Viotti tidak diusir dari AS.

“Tindakan itu adalah pencabutan atau pembatalan visa seorang diplomat senior di sini. Itu tidak sama dengan mengusir orang tersebut dari negara ini. Artinya mereka berada di sini tetapi tanpa visa, dan visa mereka akan dipulihkan jika keseimbangan
terjadi dengan memberikan persetujuan kepada calon duta besar pilihan kami,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri seperti dikutip kantor berita Reuters.

Viotti sudah menjabat sebagai Duta Besar Brasil untuk Amerika Serikat sejak 30 Juni 2023.

Terlepas dari langkah tersebut, pejabat Departemen Luar Negeri AS dilaporkan menekankan Washington menghargai hubungan dengan Brasil.

AS juga menghormati rakyat Brasil dalam pemerintahan apa pun yang mereka pilih melalui pemilihan bebas dan adil.

“Kami ingin kembali ke situasi di mana kami memiliki hubungan yang normal, produktif, dan transparan dengan rekan-rekan kami,” kata pejabat itu.

Duta Besar AS untuk Brasil, Daniel Perez pilihan Presiden Trump dikenal sebagai seorang sekutu dekat Menteri Luar Negeri, AS, Marco Rubio.

Pemerintah Brasil menahan persetujuan diplomatik (agrément) untuk pencalonan Dubes tersebut di tengah memanasnya ketegangan politik bilateral.(P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan