
Sejumlah jurnalis menyalakan lilin sebagai bentuk dukungan harapan keselamatan terhadap delapan orang korban yang masih hilang di Selat Sunda pada 7 September 2026, lima diantaranya jurnalis dan tiga awak kapal cepat saat meliput erupsi Anak Gunung Krakatau, di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (17/9/2026) malam. (ANTARA/Darwin Fatir).PRIORITAS, 18/9/26 (Gowa): Puluhan jurnalis menggelar doa bersama di Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bahkan, para peserta menyalakan lilin harapan demi keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat yang hilang di Selat Sunda. “Doa bersama ini disertai menyalakan lilin harapan sebagai bentuk dukungan kami di Sulsel terhadap rekan-rekan kami yang masih hilang,” kata Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi di Kabupaten Gowa.
Sementara itu, Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi mengingatkan kembali pentingnya protokol keselamatan dalam tugas jurnalistik. Sebab, pencarian korban erupsi Anak Gunung Krakatau tersebut sudah memasuki hari ke-10. Selain itu, Ketua IJTI Sulsel Andi Muhammad Sardi meminta seluruh jurnalis memprioritaskan keamanan saat meliput bencana. “Saya tidak bosan-bosan untuk mengingatkan teman-teman meliput bencana harus lebih mengutamakan safety protocol. Karena, tidak ada berita seharga nyawa,” tambahnya di Kabupaten Gowa.
Selanjutnya, media pers harus membenah diri dan memetakan tingkat risiko sebelum menugaskan jurnalis ke medan bencana. Oleh karena itu, perusahaan pers wajib berkoordinasi matang bersama tim lapangan demi mencegah musibah serupa. Langkah mitigasi yang disiplin ini melindungi keselamatan diri jurnalis saat menjalankan tugas peliputan.
Bukan hanya itu, Kapolresta Gowa Kombes Pol. Muhammad Yusuf Usman menyampaikan rasa keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Di sana, kepolisian mengapresiasi kolaborasi doa bersama antara IJTI Sulsel dan Polresta Gowa. “Doa bersama ini sebagai bentuk keprihatinan kita dan rasa belasungkawa terhadap saudara-saudara kita yang kemarin melaksanakan tugas peliputan erupsi Anak Gunung Krakatau,” kata Kapolresta Gowa Kombes Pol. Muhammad Yusuf Usman di Kabupaten Gowa.
Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian delapan korban hilang di perairan Selat Sunda. Keluarga korban dan komunitas jurnalis terus memanjatkan doa demi keselamatan seluruh awak kapal. (P-*Ant/Gio R)